POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menorehkan sejarah baru dalam dunia pemerintahan dan politik di Kota Hujan.
Ia berhasil mematahkan mitos yang selama ini melekat: bahwa Wakil Wali Kota tak pernah bisa "naik level" menjadi Wali Kota.
Momen bersejarah ini diungkapkannya dalam acara inaugurasi di Balai Kota Bogor, Kamis (20/2/2025).
Setelah dilantik di Jakarta, Dedie Rachim dan Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, langsung melanjutkan rangkaian acara di Kota Bogor.
Kedatangan mereka disambut meriah oleh ribuan pelajar dan warga yang memadati Jalan Otista hingga Jalan Ir. H. Juanda.
Bendera dan spanduk bertuliskan ucapan selamat bertebaran, menandakan antusiasme masyarakat menyambut pemimpin baru mereka.
Di Jalan Ir. H. Juanda, Dedie dan Jenal turun dari kendaraan dan disambut dengan penghormatan oleh enam camat serta 68 lurah se-Kota Bogor.
Mereka kemudian berjalan kaki menuju Balai Kota, diiringi oleh pasukan Drumband Pusdikzi, Pasukan Purna Paskibraka Indonesia (PPI), dan duta Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.
Suasana semakin khidmat saat mereka tiba di Balai Kota, di mana Mantan Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, bersama Forkopimda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menunggu.
Dalam orasi politiknya, Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya selama Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2024.
“Relawan adalah jantung hati saya. Meskipun banner sedikit, yang penting kita semangat dan menang,” ujarnya penuh semangat.
Dedie juga tak lupa berterima kasih kepada Bima Arya, Wali Kota Bogor periode 2014-2024 yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri).
Ia menyebut Bima Arya sebagai gurunya dalam dunia politik.
“Bima Arya telah memberikan banyak dukungan dan bimbingan selama Pilkada,” ungkap Dedie.
Pelantikannya sebagai Wali Kota Bogor disebut Dedie sebagai momen bersejarah. Ini adalah pertama kalinya seorang kepala daerah dilantik langsung oleh presiden sejak Indonesia merdeka.
“Ada mitos yang mengatakan bahwa tidak ada Wakil Wali Kota yang bisa menjadi Wali Kota. Tapi hari ini, Dedie Rachim membuktikan bahwa mitos itu salah,” serunya dengan bangga.
Dedie Rachim berjanji akan mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk warga Kota Bogor. Ia bertekad menggunakan segala kemampuannya untuk mensejahterakan dan membahagiakan masyarakat.
Dedie juga menegaskan sikap terbukanya kepada semua pihak, termasuk pasangan calon lain, untuk bersama-sama membangun Kota Bogor.
“Saya selalu terbuka. Jangan baper, politik memang begitu. Saya belajar dari ahlinya, Bima Arya Sugiarto,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media massa dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Dedie juga menyoroti sejumlah program yang telah berhasil dijalankan, seperti Bogor Street Festival, Bogorku Bersih, dan pembangunan sentra kuliner, sebagai bukti nyata keberhasilan kolaborasi masyarakat.
“Warga Bogor memiliki solidaritas sosial yang tinggi dan kedewasaan dalam berdemokrasi, seperti yang terlihat dalam pesta demokrasi. Semangat ini membuat kami optimis bahwa visi dan misi kami dapat diwujudkan dengan dukungan DPRD,” tegasnya.
Wamendagri Bima Arya, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan doa dan pesan khusus untuk Dedie dan Jenal. Ia berharap pasangan ini tetap kompak hingga akhir masa jabatan mereka pada tahun 2030.
“Saya doakan Kang Dedie, yang berasal dari KPK, semoga selalu anti korupsi hingga akhir,” ujar Bima Arya penuh harap.
Bima Arya juga berpesan agar Dedie dan Jenal senantiasa mencintai rakyat dan memberikan program-program yang bermanfaat.
“Semoga kalian bisa terus berlari, menjadikan Kota Bogor sebagai yang terdepan di seluruh Indonesia,” katanya.
Tak lupa, Bima Arya menegaskan bahwa Kemendagri akan selalu terbuka untuk menjadi tempat curhat dan meminta bantuan bagi Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin. “Kami siap mendukung langkah kalian dalam membangun Kota Bogor,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin siap memimpin Kota Bogor menuju masa depan yang lebih baik, menghapus mitos lama dan menciptakan sejarah baru.***




