POJOKBOGOR.id – Warga Kota Bogor sempat dibuat bertanya-tanya setelah layanan Biskita Transpakuan mendadak tidak terlihat di jalanan, Kamis (1/1/2026).
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bogor memastikan penghentian operasional ini hanya bersifat sementara dan tidak akan berlangsung lama.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan saat ini Pemkot masih merampungkan proses pengadaan barang dan jasa untuk operasional Biskita Transpakuan.
Ia menargetkan layanan transportasi publik tersebut bisa kembali melayani masyarakat dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan minggu depan Biskita Transpakuan sudah mulai beroperasi lagi,” ujar Denny saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).
Denny juga menegaskan bahwa dukungan anggaran untuk Biskita Transpakuan di tahun 2026 sebenarnya sudah disiapkan.
Dana tersebut dialokasikan untuk menjaga keberlanjutan layanan di empat koridor utama di Kota Bogor.
“Alhamdulillah sudah dianggarkan. Kalau tidak salah sekitar Rp50 miliar untuk empat koridor,” jelasnya.
Pernyataan senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto.
Ia memastikan armada Biskita Transpakuan akan kembali mengaspal pada pekan depan dan siap melayani mobilitas warga.
“Walaupun tidak ada subsidi, layanan tetap akan mulai berjalan hari Senin,” kata Sujatmiko.
Penghentian sementara Biskita Transpakuan ini bukan kali pertama terjadi.
Pada awal Januari 2025 lalu, layanan transportasi umum yang awalnya merupakan program Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) itu juga sempat berhenti beroperasi.
Saat itu, perubahan kelembagaan dari BPTJ menjadi Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda berdampak langsung pada keberlangsungan program Buy The Service (BTS) Biskita Transpakuan di Kota Bogor.
Kondisi tersebut membuat Kementerian Perhubungan menghentikan operasional layanan ini untuk sementara waktu.
Penghentian pada 2025 lalu bahkan berlangsung cukup lama, mencapai sekitar empat bulan. Biskita Transpakuan baru kembali beroperasi pada 8 April 2025.
Belajar dari pengalaman tersebut, Pemkot Bogor berharap penghentian di awal 2026 ini tidak berlarut-larut.
Pemerintah memastikan proses administrasi dipercepat agar layanan transportasi publik andalan warga Bogor itu bisa segera kembali melayani aktivitas harian masyarakat.




