BOGOR, POJOKSATU.ID - Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Prof. Dr. H.E. Mujahidin, M.Si., bertemu Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim di Kantor Perdana Menteri Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Malaysia sekaligus pentingnya mencetak generasi pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Anwar Ibrahim menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan UIKA Bogor melalui berbagai bentuk kerja sama teknis yang dapat direkomendasikan dan ditindaklanjuti, khususnya di bidang pendidikan tinggi.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, serta perluasan jejaring internasional bagi dosen dan mahasiswa.
Bagi UIKA Bogor, kerja sama lintas negara menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas wawasan global sivitas akademika. Meski demikian, pertemuan tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan komunikasi awal untuk merumuskan peluang kolaborasi yang lebih konkret.
Rektor UIKA Paparkan Sejarah dan Nilai Perjuangan Kampus
Dalam kesempatan tersebut, Mujahidin turut memperkenalkan sejarah berdirinya UIKA Bogor yang tidak terlepas dari perjuangan para tokoh Islam di Indonesia.
Ia menjelaskan, UIKA Bogor berdiri pada 1961 atas prakarsa para pejuang Islam, di antaranya Dr. Mohammad Natsir dan KH. Sholeh Iskandar, bersama sejumlah tokoh Islam lainnya.
Sejak awal berdiri, UIKA Bogor membawa semangat perjuangan melalui jalur pendidikan. Kampus ini berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan bagi UIKA Bogor untuk terus mengembangkan pendidikan yang memadukan kompetensi akademik, pembentukan karakter, dan pengabdian sosial.
Anwar Ibrahim Soroti Kepemimpinan yang Berpihak kepada Masyarakat
Selain membicarakan peluang kerja sama pendidikan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya membangun karakter pemimpin yang memiliki empati sosial dan keberanian memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Anwar Ibrahim berharap UIKA Bogor dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi pemimpin yang peka terhadap persoalan masyarakat, memahami kebutuhan rakyat, serta memiliki komitmen untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Ia juga berbagi pengalaman mengenai perjuangannya meningkatkan kesejahteraan pekerja, termasuk mendorong kenaikan upah meskipun menghadapi penolakan dari sebagian kalangan pengusaha.
"Saya gigih memperjuangkan kenaikan kadar upah pekerja demi meningkatkan kesejahteraan mereka, meskipun mendapat tentangan daripada pihak majikan dan golongan usahawan," ujar Anwar dalam bahasa Melayu.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kecakapan intelektual maupun jabatan. Seorang pemimpin juga dituntut memiliki keberanian mengambil keputusan, kepekaan terhadap persoalan sosial, serta komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Gagasan tersebut sejalan dengan semangat Malaysia MADANI yang menempatkan nilai kemanusiaan, keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selaras dengan Motto UIKA Bogor: Iman, Ilmu, dan Amal
Nilai kepemimpinan yang mengedepankan empati, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat tersebut dinilai selaras dengan prinsip pendidikan yang dikembangkan UIKA Bogor melalui motto "Iman, Ilmu, dan Amal".
Motto tersebut menegaskan pentingnya memadukan keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
Dalam konteks pendidikan tinggi, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun kemampuan lulusannya bersaing di dunia kerja. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, integritas moral, dan kepedulian sosial generasi muda.
Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Pertemuan antara Rektor UIKA Bogor dan Anwar Ibrahim ini turut dihadiri Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Fathurrahman Mahfudz, Wakil Rektor UIKA Bogor Dr. Budi Susetyo, serta politisi muda Partai Bulan Bintang Ferdiansyah.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan komunikasi dan penjajakan kerja sama yang lebih konkret antara UIKA Bogor dan institusi pendidikan di Malaysia.
Lebih dari sekadar pertemuan antartokoh, agenda ini menegaskan pentingnya pendidikan sebagai sarana memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus menyiapkan generasi pemimpin yang berilmu, berintegritas, dan memiliki keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat. ***







