POJOKBOGOR.id - Muzakkir secara tegas mengungkapkan, terkait terpilihnya menjadi Direktur Pelayanan dan Bisnis di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor karena berdasarkan hasil dari proses seleksi yang ia ikuti pada saat pendaftaran calon direksi pada awal 2026 lalu.
Merasa memiliki pengalaman sebagai pengusaha dan sudah menjalani bisnis puluhan tahun, maka Muzakkir pun ikut mendaftarkan diri sebagai calon Direktur Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dibagian Pelayanan dan Bisnis.
"Memang di Pilkada 2024 lalu, saya menjadi bagian tim pemenangan pasangan Dedie Rachim-Jenal Mutaqin (Walikota dan Wakil Walikota Bogor sekarang, red). Namun soal terpilihnya saya menjadi Direktur Pelayanan dan Bisnis di Tirta Pakuan, mungkin teman-teman juga harus melihat track record saya, jadi masuk kesini tidak ujug-ujug karena bagian tim sukses atau dekat dengan Pak Wali," ujar Muzakkir saat menjawab pertanyaan wartawan di kegiatan halal bihalal yang berlangsung di Sekretariat PWI Kota Bogor, Kamis (2/6/2026).
"Saya juga istilahnya kalau merasa enggak mampu, enggak siap, tentu tidak akan memberanikan diri untuk maju. Jadi, kenapa saya maju di bagian pelayanan dan bisnis, karena ini berdasarkan latarbelakang yang sudah 20 tahun menjalani bisnis dan dengan pengalaman itu akan saya tetapkan di Perumda Tirta Pakuan," lanjut Muzakkir menambahkan.
Selain itu, masuknya Muzakkir yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama di Perumda Pasar Pakuan Pasar Jaya (PPJ) Kota Bogor membuat lingkungan di Perumda Tirta Pakuan, diterpa isu bakal ada dua pucuk pimpinan atau dua matahari kembar di perusahaan air bersih milik Pemerintah Kota Bogor tersebut.
Menanggapi hal itu, Muzakkir pun kembali menegaskan, bahwa pucuk pimpinan di Perumda Tirta Pakuan hanya satu yaitu Rino Indira Gusniawan selaku Direktur Utama di perusahaan air bersih tersebut, dan dirinya mengaku siap menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin demi memajukan Perumda Tirta Pakuan yang lebih baik lagi.
"Yang saya tahu, matahari itu hanya satu tidak mungkin dua. Jadi saya tegaskan, bos saya di Tirta Pakuan itu Pak Rino, dan lebih atasnya lagi ada Pak Walikota dan Wakil Walikota Bogor. Saya siap bekerja maksimal sesuai kemampuan saya di bidang pelayanan dan bisnis, serta siap bersinergi dengan semua yang ada di Tirta Pakuan," tegasnya.
Sementara, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menilai, bahwa Muzakkir bukan orang baru bagi dirinya secara pribadi.
Ia mengaku kenal dengan Muzakkir sudah lama, sehingga irisannya mungkin tidak terhitung karena saking banyak.
"Di organisasi pengusaha dia juga bukan orang baru, bahkan beliau menjadi orang yang beruntung karena pernah menjadi ketua umum Hipmi, walaupun Hipminya bagian dari generasi saya yang mengaktifkan, lalu dilanjutkan oleh beliau," kata Rino.
Selain itu, di lintas BUMD juga keduanya saling bersinergi, dimana kala itu Muzakkir di Perumda PPJ, sedangkan dirinya di Perumda Tirta Pakuan.
"Jadi kita berbagi peran, kalau di bilang ini (dua matari kembar, red) enggak lah, karena tujuan kita sama yaitu untuk masyarakat. Jadi selama tujuan kita sama, saya rasa tidak mungkin ada dua matahari karena kita akan sama sama menuju target-target dari visi dan misi perusahaan," ungkap Rino.



