POJOKBOGOR.id - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri lokakarya internasional tentang pengelolaan sampah plastik berbasis ekonomi sirkuler di Tokyo, Jepang.

Agenda ini digelar oleh The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships atau AOTS.

Undangan tersebut disampaikan melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dan telah mengantongi izin dari Kementerian Sekretariat Negara.

Kegiatan berlangsung di Senju Azuma, Adachi-ku, Tokyo.

Dedie menjadi salah satu dari 30 peserta yang terdiri atas kepala daerah kabupaten dan kota, perwakilan kementerian, lembaga, serta mitra kerja sama Indonesia dan Jepang.

Lokakarya ini menjadi bagian dari Workshop Program for Indonesian High Officials in Japan dengan fokus ekonomi sirkuler khusus plastik di Indonesia.

Program berlangsung selama tujuh hari, dari 25 hingga 31 Januari 2026.

Peserta diajak memahami kerangka dasar ekonomi sirkuler, mulai dari pengelolaan kemasan, tanggung jawab produsen, hingga alur pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah.

“Tujuannya membangun pemahaman fundamental terkait sistem sirkulasi sumber daya dan memastikan pengetahuan itu bisa dijaga dan diterapkan,” kata Dedie dalam keterangan tertulis, Selasa (27/01/2026).

Selama kegiatan, peserta belajar langsung dari pemerintah daerah dan sektor swasta Jepang.

Topiknya mencakup aturan pemilahan sampah, kesadaran publik, sistem kepegawaian, biaya operasional, indikator kinerja, hingga standar perusahaan daur ulang.

Menurut Dedie, pengalaman tersebut penting untuk menyaring praktik yang relevan dan realistis diterapkan di daerah Indonesia.

Hasil lokakarya akan dirangkum dalam laporan dan rencana aksi.

Ia menilai Bogor punya modal kebijakan yang kuat.

Kota ini telah memiliki Peraturan Wali Kota Nomor 61 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik serta rencana pengelolaan sampah berbasis waste to energy melalui PSEL.

“Kebijakan itu membuat Bogor relevan dalam diskusi ekonomi sirkuler dan pembelajaran praktik baik dari Jepang,” ujarnya.

Seluruh biaya akomodasi dan transportasi selama di Jepang ditanggung oleh AOTS.

Kegiatan ini tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kota Bogor.