BOGOR.POJOKSATU.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD mencatat sebanyak 63 kejadian bencana terjadi di wilayah Kota Bogor selama periode 1 hingga 25 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar kejadian dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor sejak awal tahun.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama meningkatnya bencana hidrometeorologi di Kota Hujan.
“Berdasarkan data yang kami himpun hingga 24 Januari, cuaca ekstrem masih mendominasi dengan 36 kejadian,” ujar Dimas, Minggu (25/1/2026).
Dimas menjelaskan, bencana yang tercatat meliputi tanah longsor, banjir, dan angin kencang. Dari peta sebaran kejadian, wilayah Bogor Selatan menjadi kawasan dengan jumlah kejadian terbanyak.
“Bogor Selatan tercatat paling banyak mengalami kejadian bencana, yakni 17 kasus,” jelasnya.
Wilayah lain yang juga terdampak cukup signifikan antara lain Tanah Sareal dengan 14 kejadian, disusul Bogor Barat sebanyak 11 kejadian, Bogor Utara 9 kejadian, Bogor Tengah 8 kejadian, serta Bogor Timur 4 kejadian.
Dari rangkaian kejadian tersebut, BPBD mencatat sebanyak 31 rumah terdampak, dengan rincian 25 rumah mengalami kerusakan sedang dan 6 rumah rusak ringan. Total terdapat 77 kepala keluarga atau 248 jiwa yang terdampak.
“Hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa atau nihil, namun terdapat empat orang yang mengalami luka ringan,” ungkap Dimas.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Kota Bogor menyiagakan personel selama 24 jam penuh. Masyarakat diminta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
“Kami siagakan personel 24 jam. Warga bisa melapor melalui nomor darurat BPBD di 0888-0911-2569 jika terjadi situasi darurat,” ujarnya.
Dimas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca yang masih fluktuatif.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem, tetap tenang namun siaga, mengenali risiko bencana di lingkungan sekitar, serta selalu menjaga kesehatan karena cuaca dapat berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya.
BPBD memastikan pemantauan dan penanganan bencana akan terus dilakukan guna meminimalkan dampak terhadap keselamatan dan aktivitas warga Kota Bogor. ***



