BOGOR.POJOKSATU.id - Kabar baik datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial. Hingga 16 Maret 2026, proses penyaluran bantuan sosial tambahan berupa bantuan pangan mulai memasuki tahap distribusi surat undangan pengambilan kepada warga yang terdaftar.

Surat undangan tersebut menjadi dokumen penting bagi penerima manfaat. Tanpa undangan resmi, warga biasanya tidak dapat mengambil bantuan pangan di lokasi distribusi yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Informasi ini disampaikan melalui kanal YouTube Cek Bansos yang menyebut bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah.

“Penyaluran bantuan ini tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah. Prosesnya dijadwalkan oleh kelurahan atau kecamatan di masing-masing daerah,” ujar narator dalam video tersebut.

Karena penyaluran dilakukan secara bertahap, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar jika undangan pengambilan bantuan belum diterima.

Warga juga disarankan untuk berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat apabila di daerah lain sudah mulai menerima undangan lebih dulu.

Sejumlah daerah diketahui telah mulai melakukan penjadwalan distribusi bantuan atau menyebarkan undangan kepada warga.

Beberapa wilayah tersebut antara lain Kota Tegal, Magelang, Purwokerto, dan Purbalingga di Jawa Tengah, Kota Banjar di Jawa Barat, Kabupaten Malang di Jawa Timur, serta Kabupaten Tanggamus di Lampung.

Setiap penerima manfaat yang membawa undangan resmi nantinya akan mendapatkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Pada saat pengambilan bantuan, penerima diwajibkan membawa beberapa dokumen pendukung, seperti surat undangan asli dari kelurahan atau kecamatan, KTP elektronik, serta Kartu Keluarga (KK).

Masyarakat juga diimbau untuk menyimpan undangan dengan baik serta datang sesuai jadwal yang telah ditentukan agar proses pengambilan bantuan dapat berjalan tertib dan menghindari antrean panjang.

Pemerintah berharap bantuan pangan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya menjelang berbagai kebutuhan yang meningkat menjelang Hari Raya. ***