POJOKBOGOR.id - Calon Wali Kota Bogor Aji Jaya Bintara baru baru ini mengklaim bahwa dirinya memiliki peluang mendampingi Dedie Rachim yang juga kandidatnya untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2024 ini.
Dalam sebuah akun media sosial Instagram milik @bogordailynews, Aji Jaya Bintara mengisyaratkan duet antara dirinya dengan Dedie Rachim adalah sebuah kemungkinan.
Dalam keterangan yang tertulis di postingan tersebut, Aji Jaya Binata mengatakan kombinasi pemimpin pengalaman dan muda.
"Mungkin saja. Politik itu dinamis. Kombinasi pengalaman dan intelektual muda dapat menjadi alternatif bagi Kota Bogor. Tapi fokus saya tetap di peningkatan elektabilitas, untuk masuk 3 besar dulu. Untuk rekomendasi DPP partai Gerindra, semua tergantung restu beliau (Prabowo Subianto). " Ungkap Aji Jaya Bintara.
Sontak unggahan itu pun dibanjiri berbagai reaksi para netizen yang menyebutkan Aji Jaya Bintara tidak pantas disandingkan dengan Dedie Rachim.
"Hadooooh percaya diri pake banget @kangjaya.id," ungkap akun @kiasantang2024.
"Kasihan kang Dedie bisa turun elektabilitasnya jika disandingkan dg Jaya.....jangan mau dijadikan alat pansos Kang," tulis akun @achmadsjaff63.
Bahkan ada juga netizen yang menilai jika program Aji Jaya Bintara untuk maju sebagai calon wali kota Bogor adalah plagiat.
"Numpang tenar..numpang menang... program duplikasi semua... ketahuan ga ada isinya..." kata @visca.visca5855.
Baca Juga: POS SDIT Bunaya Gelar Seminar Parenting, Angkat Tema Pendidikan Seksualitas Pada Anak
"Jaya program2 nya halu," sebut akun @imat_3373.
Berbicara soal siapa calon wakil wali kota Bogor yang nantinya akan disandingkan dengan Dedie Rachim, Dedie itu juga sempat menyinggung kriteria pasangan duetnya nanti.
Dalam sebuah video podcast dengan Pojoksatu.id belum lama ini Dedie Rachim mengatakan calon pendampingnya tersebut sudah pasti maju dari salah satu partai.
Dedie menjelaskan, kemungkinan yang paling realistis akan ada koalisi dari beberapa partai, dan dirinya sangat terbuka.
Dedie melanjutkan, dia sangat terbuka dengan kesempatan dari partai untuk mengajukan calon wakil wali kota yang akan berpasangan dengannya nanti.
"Rekomendasi partai ini yang paling mungkin dilakukan agar kebersamaan dan kolektifitas semua partai terjalin dan maju bersama," ungkap mantan wakil wali kota Bogor itu.
Jika merujuk apa yang disampaikan Dedie Rachim, jelas mantan deputi KPK itu akan menerima calon pasangan yang juga kader dari partai politik.
Sementara, diketahui, Aji Jaya Bintara hingga saat ini masih tidak jelas bermuara dari partai mana, meski dirinya mengaku memiliki peluang besar di Partai Gerindra.
Yang makin menggelitik Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam justru terlihat terkejut saat ditanya apakah benar Gerindra akan mengusung Aji Jaya sebagai calon Wali Kota Bogor.
Dari sekian banyak bakal calon wali Kota Bogor yang mendaftar ke Gerindra, Aji Jaya merupakan sosok yang paling jarang melakukan komunikasi. Bahkan, nyaris tidak pernah berkomunikasi dengan petinggi Gerindra Kota Bogor.
Aji Jaya diduga tak melakukan komunikasi karena merasa PD (percaya diri). Ia sendiri mengklaim sebagai orang dekat Prabowo Subianto.
Aji Jaya merasa tidak perlu melakukan komunikasi dengan jajaran Gerindra Kota Bogor karena penentu calon kepala daerah dari Gerindra adalah Prabowo Subianto.
"Walah gak ada komunikasi," kata Sopian saat dihubungi Pojoksatu.id. Sabtu 22 Juni 2024.
Sopian menegaskan bahwa sampai saat ini Partai Gerindra belum menetapkan siapa sosok yang akan diusung oleh Gerindra di Pilwakot Bogor 2024.
Meskipun begitu, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini menyatakan bahwa calon Wali Kota Bogor dari Partai Gerindra akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). "Belum, nanti keputusan DPP," tandas Sopian.
Apalagi elektabilitas Aji Jaya hanya 0,2%.
Meski ada peningkatan persentasi dalam satu bulan ini, elektabilitas Aji Jaya Bintara masih kalah dari politikus Gerindra Kota Bogor, Jenal Mutaqin dan Sopian Ali Agam. Elektabilitas Jenal Mutaqin yang saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor yakni 1,2%. Tingkat keterpilihan Jenal Mutaqin sama dengan elektabilitas Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian Ali Agam.



