POJOKSATU.id, BOGOR - Bakal calon Wali Kota Bogor dokter Raendi Rayendra tidak hanya fokus di bidang kesehatan. Ia juga akan melakukan terobosan di sektor pendidikan.

Sebagai akademisi yang juga ketua komite salah satu sekolah favorit di Kota Bogor, Raendi Rayendra sangat memahami dunia pendidikan di daerah berjuluk 'kota hujan' ini.

Terlebih, salah satu tim pemenangan Rayendra, yakni Aim Halim Hermana merupakan mantan kepala dinas pendidikan dan juga mantan sekda Kota Bogor.

Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Dukungan Penanganan Bencana

Dokter Rayendra telah menyiapkan berbagai program pendidikan yang akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Wali Kota Bogor periode 2024-2029.

Setidaknya ada 4 program pendidikan yang akan dijalankan oleh dokter Rayendra di Kota Bogor, yakni:

1. Mutasi Kepsek dan Guru

Rayendra menilai dalam pemerataan kualitas sekolah, perlu adanya program mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru secara periodik.

Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Rapat Koordinasi PPDB untuk Cegah Kecurangan

Dengan adanya program ini, maka Kepsek dan guru berkualitas tidak berlama-lama berada di satu sekolah. Mereka akan berpindah ke sekolah lain untuk menularkan ilmunya.

Mutasi kepsek dan guru dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah lain.

Mutasi juga bermanfaat bagi Kepsek dan guru yang kurang berkualitas. Dengan adanya mutasi, mereka dapat memperoleh pengalaman dan suasana baru di sekolah lain, dan akhirnya dapat mengubah mereka menjadi lebih berkualitas.

Baca Juga: Panik saat Sembunyi, Seorang Pemuda Tusuk Ibu-ibu di Bogor

2. BOS Khusus Pelatihan

Dokter Rayendra akan menyediakan bantuan Operaional Sekolah (BOS) khusus Program Pelatihan. Program ini bertujuan untuk pemerataan kualitas sekolah di Kota Bogor.

"Program BOS khusus ini mendorong setiap sekolah dapat menyelenggarakan pelatihan-pelatihan secara mandiri tanpa bergantung pada program yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan atau Kementrian secara terpusat," ucap Rayendra saat menjadi tamu podcast di Graha Pena Bogor beberapa waktu lalu.

"Pelatihan yang diselenggarakan atau diikuti sesuai dengan kebutuhan setiap sekolah secara mandiri," tambah Rayendra.

3. Lomba Inovasi Sekolah

Rayendra memandang perlu adanya program lomba inovasi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya ini merupakan adopsi model program Bogor Innovation Award (BIA) yang sudah berjalan.

Hasil dari program inovasi sekolah ini kemudian disebarluaskan menjadi pengetahuan dan pengalaman semua sekolah di Kota Bogor.

Melalui program ini, sekolah-sekolah didorong untuk menciptakan inovasi sehingga kualitas pendidikan bisa lebih baik.

4. Sister School

Program Sister School merupakan program kemitraan antar sekolah, di mana sekolah-sekolah dapat menjalin hubungan kerjasama dengan sekolah-sekolah lain melalui berbagai kegiatan yang saling menguntungkan.

Menurut Rayendra, melalui program ini sekolah yang memiliki kualitas lebih dan mendapat predukat Sekolah Merdeka Berbagi dan Guru Penggerak diwajibkan untuk mendamping 5 sekolah di sekitarnya.

Sister School di Kota Bogor nantinya diharapkan Rayendra dapat mengakselerasi sekolah lain, sehingga memiliki kualitas yang sama.

Rayendra menyebut program ini dapat diakselerasi melalui bantuan dana operasional khusus.

5. Internet Gratis

Dokter Rayendra juga bertekad menyediakan internet gratis bagi sekolah. Sebab, guru dan siswa sangat membutuhkan internet di sekolah.

"Saat ini, akses terhadap dunia luar semakin penting bagi peningkatan kualitas pendidikan," jelas Rayendra.

Dengan adanya internet gratis, guru dan siswa dapat leluasa menambah pengetahuan melalui dunia maya.

"Akses siswa terhadap pengetahuan yang luas perlu diajarkan dan didampingi. Oleh karenanya, program internet gratis di sekolah menjadi solusi bagi kemudahan hadirnya pengetahuan dan interaksi yang lebih luas," tandas Rayendra. ***