BOGOR.POJOKSATU.id – Dampak kebakaran TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mulai terasa terhadap pelayanan sampah di Kota Bogor.
Puluhan truk pengangkut sampah terlihat tertahan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Selasa (8/9/2026) siang.
Armada tersebut belum dapat mengirimkan muatannya ke TPAS Galuga setelah operasional pembuangan sampah dihentikan sementara selama satu hari.
Penutupan dilakukan atas instruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto agar akses menuju TPAS Galuga dapat diprioritaskan untuk kendaraan pemadam, distribusi air, serta petugas gabungan yang masih menangani kebakaran.
Meski pembuangan akhir terhenti, DLH Kota Bogor memastikan pelayanan pengangkutan sampah dari masyarakat tetap berjalan.
Sampah yang sudah diangkut kemudian harus diendapkan sementara bersama armada pengangkut sembari menunggu TPAS Galuga kembali kondusif.
Selain halaman Kantor DLH Kota Bogor, sejumlah kantong parkir disiapkan untuk menampung sementara truk bermuatan sampah.
Beberapa titik yang disiapkan di antaranya kawasan BNR, Bukit Cimanggu dan Indraprasta.
Kondisi tersebut mulai menimbulkan persoalan baru. Bau tidak sedap dari sampah yang tertahan mulai tercium di sekitar lokasi parkir armada.
Situasi berpotensi menjadi lebih rumit apabila penutupan TPAS Galuga berlangsung lebih lama dari jadwal sementara.
Hingga Selasa siang, belum ada lokasi pembuangan akhir alternatif yang diumumkan apabila TPAS Galuga belum dapat kembali menerima sampah.
DLH Kota Bogor sejauh ini memilih menyiapkan sejumlah lokasi pengendapan dan kantong parkir truk sambil terus memantau perkembangan penanganan kebakaran.
TPAS Galuga sendiri menjadi lokasi pembuangan sampah bagi Kota dan Kabupaten Bogor.
Karena itu, penghentian operasional meski hanya sehari langsung berdampak terhadap ritme pengangkutan sampah.***



