BOGOR.POJOKSATU.id – Ratusan sopir angkutan kota atau angkot mendatangi Balai Kota Bogor, Kamis (3/9/2026). Mereka menggelar aksi unjuk rasa sekaligus menghentikan sementara aktivitas operasional sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan transportasi di Kota Bogor.

Massa berasal dari berbagai trayek angkot yang beroperasi di wilayah Kota Bogor. Mereka bergerak secara beriringan dengan melintasi kawasan Sistem Satu Arah (SSA) sebelum tiba di sekitar Balai Kota Bogor.

Sejumlah armada angkot kemudian diparkir di sekitar lokasi aksi. Para sopir, pengemudi, hingga pemilik kendaraan berkumpul untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah kebijakan penataan transportasi umum yang dinilai belum memberikan rasa keadilan bagi para pelaku usaha angkutan kota.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kepastian operasional angkot di tengah kebijakan penataan transportasi yang terus berjalan.

Selain itu, mereka mempertanyakan program peremajaan kendaraan, keberlangsungan izin trayek, hingga kebijakan penertiban terhadap angkot yang telah melewati usia teknis lebih dari 20 tahun.

Para pengemudi menilai sejumlah aturan tersebut perlu dibicarakan kembali dengan melibatkan pihak yang terdampak langsung, terutama sopir dan pemilik armada.

Dalam aksi itu, massa juga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan pernyataan sikap yang ditujukan kepada Wali Kota Bogor.

Mereka meminta Pemkot Bogor tidak mengambil kebijakan secara sepihak dalam melakukan penataan angkutan umum.

Para sopir juga mendesak pemerintah membuka ruang audiensi agar persoalan angkot dapat dibahas bersama secara terbuka.

Melalui pertemuan tersebut, mereka berharap dapat memperoleh kepastian mengenai masa depan operasional angkot, mekanisme peremajaan kendaraan, perizinan trayek, hingga penerapan aturan batas usia kendaraan.

Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk desakan agar kebijakan transportasi di Kota Bogor tetap memperhatikan keberlangsungan usaha serta nasib para pengemudi angkot. ***