BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah menetapkan kawasan Cikasungka di wilayah Bogor sebagai lokasi pembangunan kampus utama Universitas Republik Indonesia atau URI.
Kampus baru tersebut dirancang menjadi pusat pendidikan kepemimpinan nasional dengan sistem berasrama.
Gubernur URI sekaligus Kepala Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, mengatakan lahan yang disiapkan merupakan aset PT Perkebunan Nusantara.
Area bekas perkebunan kelapa sawit itu dipilih karena sudah tidak produktif dan direncanakan dialihfungsikan menjadi kawasan pendidikan terpadu.
“Lokasi kampus permanen disiapkan di daerah Cikasungka, Bogor Utara, dengan memanfaatkan lahan perkebunan PTPN yang sudah tidak produktif,” demikian penjelasan Donny sebagaimana dipublikasikan URI.
Kehadiran URI menambah daftar perguruan tinggi strategis di Bogor, wilayah yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi IPB University dan Universitas Pertahanan.
Namun, penyebutan URI sebagai pesaing IPB belum dapat disimpulkan karena kedua institusi memiliki arah pendidikan dan sasaran peserta yang berbeda.
URI diproyeksikan berfokus pada pembentukan calon pemimpin, penguatan karakter, wawasan kebangsaan, serta kapasitas manajerial untuk kebutuhan pemerintahan dan badan usaha milik negara.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan sepuluh kampus URI dalam satu ekosistem pendidikan nasional.
Sebelum kampus permanen di Bogor selesai dibangun, kegiatan operasional URI akan dijalankan dari kantor sementara di gedung bekas Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Donny resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur URI sekaligus Kepala BPPK di Istana Negara pada Rabu, 22 Juli 2026.
Konsep kampus berasrama dipilih agar pembinaan peserta tidak hanya berlangsung di ruang kuliah.
Pendidikan karakter, disiplin, integritas, dan nasionalisme dirancang menyatu dengan kegiatan sehari-hari. Pembangunan serta operasionalnya disebut akan menggunakan anggaran negara.
Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan administrasi pengalihan lahan, perencanaan fisik, desain kawasan, serta penyusunan kebutuhan anggaran.
Karena itu, jadwal pembangunan, penerimaan mahasiswa, program studi, dan waktu dimulainya perkuliahan masih menunggu pengumuman resmi kepada masyarakat luas. ***



