BOGOR.POJOKSATU.id - Kebutuhan listrik yang terus meningkat di wilayah Bogor sejalan dengan pembangunan kawasan perumahan, usaha kecil, dan fasilitas umum membuat permintaan pemasangan listrik baru semakin tinggi.

Banyak warga yang sedang membangun rumah atau membuka usaha bertanya-tanya, berapa biaya yang harus dipersiapkan jika ingin memasang listrik baru pada tahun 2025.

PLN sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional telah menetapkan tarif resmi yang berlaku di seluruh Indonesia, termasuk Bogor, sehingga masyarakat memiliki acuan yang jelas sebelum mengajukan pemasangan.

Tarif Penyambungan Berdasarkan Daya Listrik

PLN membedakan biaya penyambungan listrik berdasarkan besaran daya yang dipilih pelanggan. Semakin besar daya yang dipasang, semakin besar pula biaya penyambungannya.

Untuk kategori rumah tangga kecil, daya terendah 450 VA dikenakan biaya sekitar Rp 421.000. Daya 900 VA dikenakan Rp 843.000, sementara daya 1.300 VA sebesar Rp 1.218.000.

Bagi pelanggan yang membutuhkan daya lebih tinggi, seperti 2.200 VA, biaya penyambungannya mencapai Rp 2.062.000, sedangkan untuk 3.500 VA sebesar Rp 3.391.500.

Untuk pelanggan dengan daya di atas 2.200 VA hingga 100 kVA, PLN menerapkan sistem tarif per VA, yaitu Rp 969/VA. Sedangkan untuk daya di atas 100 kVA sampai 200 kVA tarifnya Rp 775/VA.

Sistem ini memudahkan pelanggan besar seperti pelaku usaha, gedung perkantoran, atau industri untuk memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan.

Komponen Biaya Tambahan

Selain biaya penyambungan dasar, ada beberapa komponen biaya lain yang perlu diperhatikan oleh calon pelanggan:

1. Token Perdana atau Jaminan Langganan

Untuk pelanggan prabayar, setelah pemasangan meteran token, pelanggan biasanya diminta membeli token perdana. Sedangkan untuk pascabayar, ada biaya jaminan langganan sesuai ketentuan PLN.

2. Sertifikat Laik Operasi (SLO)

Ini adalah sertifikat resmi yang menunjukkan instalasi listrik di rumah atau bangunan sudah memenuhi standar keselamatan. Biaya SLO berbeda-beda tergantung jenis dan kapasitas instalasi.

3. Pajak Penerangan Jalan (PPJ)

Di beberapa daerah, termasuk Bogor, pemerintah daerah mengenakan PPJ yang besarnya dihitung dalam persen dari pemakaian listrik. Walau kecil, komponen ini tetap harus diperhitungkan dalam total biaya.

4. Biaya Tambahan Lapangan

Dalam kasus tertentu, misalnya lokasi rumah cukup jauh dari jaringan listrik atau butuh penambahan tiang baru, bisa saja muncul biaya tambahan sesuai kondisi lapangan.

Estimasi Total Biaya di Bogor

Jika semua komponen tersebut dijumlahkan, maka estimasi total biaya pemasangan listrik baru di Bogor tahun 2025 kira-kira sebagai berikut:

- Daya 450 VA: Rp 460.000–Rp 500.000

- Daya 900 VA: Rp 900.000–Rp 1.000.000

- Daya 1.300 VA: Rp 1.250.000–Rp 1.400.000

- Daya 2.200 VA: Rp 2.100.000–Rp 2.300.000

Angka ini hanya perkiraan rata-rata, karena token perdana, biaya SLO, atau PPJ bisa berbeda sedikit di tiap kecamatan atau kelurahan.

Tips untuk Calon Pelanggan

Bagi warga Bogor yang ingin memasang listrik baru, ada baiknya:

Mengecek langsung situs resmi PLN atau aplikasi PLN Mobile untuk simulasi biaya penyambungan sesuai daya.

Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan seperti identitas diri dan bukti kepemilikan rumah.

Menggunakan jasa instalatir resmi yang tersertifikasi untuk pemasangan instalasi dalam rumah agar lolos pemeriksaan SLO.

Memilih daya sesuai kebutuhan agar biaya pemakaian bulanan lebih efisien.

Kesimpulan

Informasi biaya pasang listrik baru tahun 2025 ini diharapkan membantu masyarakat Bogor mempersiapkan anggaran sejak awal.

Dengan tarif yang transparan dan sistem online yang sudah disediakan PLN, proses pemasangan kini lebih mudah dan dapat dipantau.

Bagi calon pelanggan, memahami rincian biaya ini sangat penting agar tidak kaget saat menerima tagihan atau saat harus membayar biaya tambahan. ***