POJOKBOGOR.id - Program Padat Karya di Kota Bogor yang baru baru ini diinisiasi oleh pemerintah kota diyakini bisa mengurangi jumlah pengangguran dan memperbaiki infrastruktur lingkungan.

Namun sejalannya program Padat Karya di Kota Bogor, muncul kekhawatiran adanya salah sasaran.

Lantaran, dicurigai banyak warga Kota Bogor yang terlibat dalam program Padat Karya membersihkan lingkungan elit yang seharusnya tidak perlu dibersihkan lagi.

"Belakangan banyak lokasi banjir di Kota Bogor, salah satunya Flyover Soleh Iskandar, Jalan Johar, Cimanggu dan masih banyak lagi, itu lebih penting dibersihkan dari pada membersihkan perumahan elit," ungkap salah seorang warga Malabar.

Baca Juga: Catat Ya! Lapangan Sempur Bogor Ditutup 15–18 Agustus untuk HUT RI dan Hari Pramuka

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Bogor, Dedie Rachim tak mau ambil pusing.

Politisi PAN itu mengatakan, tidak masalah selama itu masih dalam jangkauan Kota Bogor, baik kawasan kumuh maupun elit harus tetap dijaga kebersihannya.

"Jangan ada ini perumahan kaya, itu perumahan miskin. Semua harus berpartisipasi. Lingkungan kan bukan hanya kawasan kumuh, pokoknya semua wilayah harus bersih," tutur dia.

Dedie Rachim juga mengatakan, sudah ada 1.700 peserta yang telibat di dalam Padat Karya Kota Bogor ini.

“Satu orang per hari Rp 120 ribu, dikalikan 10 hari, jadi totalnya Rp1,2 juta. Saat ini 1.700 tenaga kerja dari seluruh kelurahan di Kota Bogor. Setiap kelurahan mengakomodir 25 orang,” jelas Dedie saat ditemui di PWI Kota Bogor, Sabtu 16 Agustus 2025.

Baca Juga: Sejak Juni, PBB di Bawah Rp100 Ribu di Kabupaten Bogor Gratis

Ia berharap program padat karya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membersihkan saluran air, memperbaiki fasilitas umum, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

“Kami ingin peran padat karya ini benar-benar signifikan. Yang terpenting ini bisa menjadi pemicu semangat warga untuk bersama menjaga kota ini,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin justru memberikan reaksi yang berbeda dari Dedie Rachim terkait adanya salah sasaran titik pembersihan kawasan Padat Karya.

Jenal mengaku selama ini pengawasan seharusnya dilakukan dinas terkait. Bahkan dirinya juga sempat berpesan saat awal launching agar menargetkan drainase yang mampet, wilayah yang sering banjir, dan khususnya menyerap keluhan dari masyarakat sekitarnya.

"Jika memang ada titik titik yang tidak tepat sasaran nanti saya akan minta laporannya langsung ke dinas dan masing masing lurah sebagai pengawas tingkat paling Bawah," tegas dia.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor Sampai Wali Kota Kompak Pakai Syal Palestina Saat Rapat Paripurna

Ketika disinggung soal desas desus peserta Padat Karya Kota Bogor yang terafiliasi partai politik tertentu, Jena Mutaqin dengan tegas membantah hal tersebut.

"Saya pastikan tidak mungkin terafiliasi kader partai, karena DPRD Kota Bogor yang mengusulkan nama nama yang masuk ke Padat Karya Kota Bogor sudah sesuai dengan data kemiskinan," tutup dia.