BOGOR.POJOKSATU.id - Di Kota Bogor memperingati Hari Kartini nyatanya dirayakan dengan cara yang sedikit berbeda, hal tersebut berkaitan dengan program Jabar Nyaah Ka Indung yang sudah dimulai.

Walikota Bogor Dedie Rachim dalam apelnya memerintahkan pada para lurah, camat, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencari atau 'buru' nenek lansia yang sudah sangat renta.

"Kami turunkan program ini menjadi program 'Bogor Nyaah Ka Indung'. Saya perintahkan Lurah, Camat, dan Kepala OPD untuk mencari satu lansia perempuan yang tua, renta, dan tidak berdaya. Kemudian diberikan perhatian," tuturnya dihadapan para ASN Pemkot Bogor.

Demi menjalankan program tersebut, ia mengetakan jika lansia bisa diberikan bantuan berupa sembako hingga kadeudeuh atau hadiah untuk keperluan lansia tersebut.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ingin Jaga Warisan Sunda di Bogor

Dedie menjelaskan bahwa melalui program Jabar Nyaah Ka Indung, Gubernur Jawa Barat menginstruksikan para kepala daerah untuk melakukan pemetaan kondisi wilayah masing-masing.

Langkah ini bertujuan agar bantuan yang diberikan kepada kaum lansia benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.

“Program ini harus menjangkau penerima yang tepat, yaitu perempuan yang tidak memiliki keluarga penanggung dan secara fisik tidak mampu menjalankan aktivitas ekonomi,” tutupnya.

Tentang Program Jabar Nyaah Ka Indung

Program Jabar Nyaah Ka Indung merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digagas untuk memberikan perhatian khusus kepada kaum perempuan, terutama ibu-ibu yang berada dalam kondisi rentan secara sosial dan ekonomi.

Nama program ini sendiri menggunakan bahasa Sunda, yang secara harfiah berarti “Jawa Barat Sayang Ibu”.

Filosofi di balik nama tersebut menggambarkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan bagi kaum ibu yang memiliki peran besar dalam keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Ummi Wahyuni Banding ke PTUN usai Diberhentikan Sebagai Ketua KPU Jabar

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memastikan bahwa perempuan, khususnya para ibu yang hidup dalam kondisi kurang mampu, tidak memiliki penanggung nafkah, dan secara fisik tidak mampu bekerja, tetap mendapatkan akses terhadap bantuan sosial, layanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi.

Program ini tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai intervensi yang terarah dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Gubernur Jawa Barat meminta para kepala daerah di tingkat kota dan kabupaten untuk melakukan pemetaan wilayah secara menyeluruh, agar data penerima manfaat benar-benar akurat dan tidak meleset dari target.

Dengan pemetaan tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui secara jelas siapa saja perempuan atau ibu-ibu yang benar-benar membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk bantuan tunai, akses layanan kesehatan, pelatihan keterampilan, maupun dukungan lainnya.

Baca Juga: Pemkab Bogor Borong Penghargaan dalam Humas Jabar Award 2024

Program ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan peduli terhadap kelompok rentan, dengan memuliakan peran perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan keluarga dan bangsa.

Selain itu, Jabar Nyaah Ka Indung juga mencerminkan pendekatan kebijakan yang lebih humanis dan berbasis data, sehingga dampak dari program ini diharapkan benar-benar dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan. ***