POJOKBOGOR.id - Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) akan kembali menggelar The 6th ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSoLCA) di Auditorium Sylva PERTAMINA, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, pada Senin (7/10/2024) mendatang.
Menurut Ketua Umum ILCAN, Dr. Kiman Siregar, konferensi ICSoLCA yang ke-6 ini mengusung tema: *Sustainable Future: Integrating Renewable Energy from Palm Oil, Environmental Stewardship, and Global Climate Action to Support the Implementation of Carbon Trading for National Economic Growth*.
“Rencananya, acara ini akan dibuka oleh Menteri KLHK, Ibu Siti Nurbaya, dan Rektor IPB, Arif Satria,” jelas Kiman.
Lebih lanjut, Kiman menyebutkan bahwa tujuan dari ICSoLCA ke-6 ini adalah untuk menjadi wadah kolaborasi yang menyamakan persepsi antara pemerintah terkait kebijakan, target implementasi, dan metode perhitungan karbon, serta implementasi carbon trading di Indonesia dan konektivitasnya ke dunia internasional.
“Kami juga akan mendengarkan pemaparan dari akademisi mengenai teori dan metode perhitungan karbon di berbagai sektor industri di Indonesia. Sejumlah narasumber akan hadir dalam kegiatan ini,” tambah Kiman.
Keynote Speaker yang akan hadir adalah Dirjen PPKL KLHK, Ir. Sigit Realiantoro, M.Sc. Pembicara lainnya termasuk Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Prof. Naresworo Nugroho; Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa; Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy, John Anis; dan Dirjen PPI, Ir. Laksmi Dhewanthi, MA, IPU.
“Kami juga berharap kegiatan ini dapat memfasilitasi dunia usaha untuk mempresentasikan potensi penurunan karbon melalui inovasi industri,” ujar Kiman.
Tak hanya itu, ajang ICSoLCA ke-6 ini juga bisa menjadi wadah bagi Civil Society untuk mendapatkan data primer yang akurat dari pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha terkait carbon trading, sekaligus memberikan masukan dan koreksi.
Selain itu, acara ini juga menjadi platform bagi natural environment society untuk memberikan masukan terkait kegiatan industri yang berdampak pada lingkungan.
“Khususnya, kegiatan ini bertujuan menjadi ajang bagi PROPER di Ditjen PPKL KLHK RI, yang selama ini telah menjadi pelopor implementasi metode Life Cycle Assessment (LCA) di Indonesia melalui Permen KLHK No. 01 Tahun 2021, dengan pemberlakuan kewajiban pembuatan Kajian LCA untuk Peringkat PROPER Hijau dan Emas,” ungkap Kiman.
Diharapkan, dari ICSoLCA ke-6 ini akan terbentuk kesepakatan untuk membuat database LCA Nasional, forum bersama perhitungan emisi karbon di Indonesia, dan forum pengembangan energi terbarukan, terutama dari industri kelapa sawit dan perusahaan peserta PROPER Hijau dan Emas.
Juga diharapkan terbentuk forum Penta Helix yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan untuk aksi nyata dalam pengendalian dampak terhadap lingkungan.
“Karena itu, kami mengajak Sahabat Lingkungan untuk hadir di ILCAN Conference Series on Life Cycle Assessment di IPB University pada 7 Oktober 2024. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum yang peduli dengan lingkungan,” ajak Kiman. (dea)




