POJOKBOGOR.id - Belum genap sepekan dua tabung gas meledak di Kota Bogor akibat kebocoran.
Kali ini pria bernama Rudy Sofian (54), terkena semburan api akibat selang tabung gas meledak karena bocor di rumahnya di Baranangsiang, Kota Bogor.
Rudy alami luka bakar hingga 30 persen dan kini dalam perawatan di rumah sakit.
"Korban satu orang atas nama Rudy Sofian. Korban alami luka bakar di kaki, badan hingga wajah dan sekarang sudah dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan, sudah perawatan," kata Kepala Pelaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Hidayatullah, Jumat 14 Juni 2024.
Baca Juga: Perumda Tirta Kahuripan Salurkan 79 Hewan Kurban
Hidayatullah menyebut kejadian diduga berawal dari kebocoran gas pada bagian regulator penghubung selang dengan tabung gas. Sehingga api menyembur dan mengenai korban ketika menyalakan kompor.
"Berdasarkan hasil informasi yang kami terima, ini diindikasi akibat regulator atau selang bocor," kata Hidayatullah.
Peristiwa terjadi pagi tadi di rumah korban di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat kejadian, Rudy yang tinggal sendirian hendak memasak air untuk membuat kopi.
"Kejadiannya terjadi sekitar pukul 05.30 WIB ya. Korban bangun subuh, mau bikin kopi rencananya," kata Camat Bogor Timur Febi Darmawan ditemui ditempat yang sama.
Baca Juga: Meski Badai, Warga Tak Mau Pulang Demi Berdialog dengan Dokter Rayendra
"Dari laporan pengurus RT dan RW, ngga ada ledakan, jadi hanya api yang menyembur. Kondisi rumah juga tidak ada kerusakan, hanya sekitar kompor saja," imbuhya.
Korban Rudy mengalami luka bakar di bagian kaki, badan hingga wajah. Saat ini, Rudy masih dalam perawatan di RS PMI Bogor.
Sebelumnya, ada sebanyak tujuh warga di Kampung Lebaksari RT 03/03, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menjadi korban ledakan tabung gas 3 kilogram pada Sabtu 8 Juni 2024.
Peristiwa ledakan tabung gas itu terjadi di warung gorengan milik Julaeha pada malam hari.
Akibatnya para korban mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolsek Bogor Tengah, AKP Agustinus Manurung mengatakan, akibat ledakan tabung gas, 7 warga Paledang mengalami luka bakar.
Dia menjelaskan, mulanya pemilik warung hendak menutup tempat jualannya sekitar pukul 23:00 WIB.
Saat pemilik warung hendak melepas regulator gas, tiba-tiba gas mengalami bocor hingga dibawa ke luar warung.
"Pemilik warung sempat menutup tabung gas dengan kain basah, lalu dibawa ke luar rumah tapi tetap keluar gasnya," ungkap Agustinus Manurung kepada wartawan pada Minggu 9 Juni 2024 siang.
Agustinus melanjutkan, setelah itu, disaat pemilik warung dibantu warga sekitar berupaya menghentikan kebocoran gas, tiba-tiba tukang cuanki melintas hingga menyebabkan kejadian kebakaran.
"Ketika tukang cuanki lewat, langsung gas tersebut meledak kena warga sekitar yang membantu. Kejadian itu mengakibatkan korban sebanyak 7 orang kena luka bakar," terang Agustinus.
Agustinus memaparkan, selanjutnya 7 korban dibawa ke Rumah Sakit UMMI untuk mendapatkan perawatan medis.
"Saat ini 5 orang sudah kembali ke rumah, dan 2 orang masih di rawat," tegas Agustinus.
Sementara itu, Staff Informasi Tagana Kota Bogor Sumardi memaparkan, gas yang mengalami kebocoran di warung gorengan meledak tidak berselang lama penjual bakso cuangki melintas di lokasi.
Gas menyambar ke kompor milik penjual tersebut yang saat itu diberhentikan salah satu korban untuk membelinya.
"Terjadi percikan api yang menyambar korban yang sedang duduk di pelataran teras saat menikmati baso cuangki," ungkap Sumardi kepada wartawan pada Minggu 9 Juni 2024.
Sumardi membeberkan, dalam kejadian ini, dilaporkan terdapat enam orang warga yang mengalami luka bakar yakni Yana, Julaeha, Heriansyah, Amelia, Raisa dan Deva.
Para korban tabung gas meledak dilarikan ke Rumah Sakit UMMI Kota Bogor untuk mendapat perawatan medis.
"Informasinya korban mengalami luka bakar 30 persen sampai 70 persen di bagian kepala, tangan dan kaki akibat ledakan tabung gas," pungkas Sumardi.
"Jadi korban tabung gas meledak kena semburan api dari bawah, dari kaki ke atas. Informasi dari dokter korban mengalami luka bakar 30 persen dan sekarang sudah tertangani, sudah dalam proses pengobatan di (RS) PMI)," kata Feby.



