POJOKBOGOR.id - Perubahan desain terjadi dalam proyek pembangunan Bumi Ageung Batutulis Bogor.

Perubahan Bumi Ageung Batutulis Bogor dilakukan setelah melakukan diskusi antara Pemerintah Kota Bogor dan budayawan.

Menurut Manager Site PT Titian Usaha Graha Utama, selaku pelaksana pembangunan, Umar seraya akibat design Bumi Ageung Batutulis Bogor yang mengalami perubahan, tentu harus ada adendum yang dilakukan.

"Jadi harus ada negosiasi lagi kontraknya atau bahasanya adendum. Rencananya satu minggu ke depan sudah beres," ucap dia.

Baca Juga: Gebyar Malam Kemerdekaan Warga Grand Sutera Leuwiliang Bogor Berlangsung Meriah

Disinggung apakah pekerjaan dilaksanakan menunggu adendum terlebih dahulu, Umar meyakini bahwa pekerjaan saat ini masih berjalan. Karena, untuk perjanjian kesepakatan sudah ada, hanya belum berbentuk dokumen.

"Kalau perjanjian kesepakatannya sudah ada, cuman belum berbentuk dokumen kaya aturan, tapi model site intruksinya sudah ada," imbuh dia.

Adapun, dilanjutkan Umar, progres pembangunan Bumi Ageung Batutulis Bogor saat ini masih tahap pekerjaan pondasi.

Di mana, bangunan yang tadinya hanya menggunakan pondasi biasa, sekarang berubah menggunakan pondasi dalam.

Baca Juga: Iwan Setiawan Luncurkan Buku Perdananya yang Inspiratif di Bogor Fest 2023

"Untuk angka, karena ada perubahan jadi belum bisa mengeluarkan progres. Masih bagian bawah ya, dasar lah, masih bagian pondasi," ungkap dia.

Meski begitu, Umar meyakini bahwa pekerjaan pembangunan Bumi Ageung Batutulis Bogor akan selesai pada akhir tahun nanti, sesuai kesepakatan perpanjangan yang sudah dibicarakan.

"Pengerjaan ada perpanjangan kita sampai Desember, harapannya awal (Desember selesai), tapi nanti di adendum akan dibicarakan. Yang pasti akan selesai sesuai anggaran yang ada, yakni Desember 2023," ujar dia.

Baca Juga: Ditutup, Bogor Fest 2023 Terlalu Sebentar

Adapun, ditambahkan Umar, untuk pekerjaan pembangunan Bumi Ageung Batutulis Bogor tahun ini lebih ke pembangunan gedung, pagar, taman hingga memperbesar situs Batutulis.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim angkat suara terkait keterlambatan pengerjaan proyek Bumi Ageung Batutulis Bogor.

Pekerjaan ini sendiri masuk ke dalam 10 mega proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada tahun anggaran 2023.

"Bumi Ageung kemarin kita ada hambatan terkait dengan perpustakaan dan design referensi arsitektur Sunda," kata Dedie Rachim kepada wartawan, Senin 21 Agustus 2023.

"Kalau misalkan referensi buku-bukunya tersebar dan banyak tentu kita akan gampang ya, (tinggal) kita mengadopsi dan mengimplementasikan," ucap dia.

"Tapi karena memang literasinya sangat terbatas maka lebih banyak muncul misalkan diskusi-diskusi dan juga penggalan-penggalan sejarah, yang kemudian di elaborasi menjadi satu usulan untuk arsitektur di Bumi Ageung Batutulis," sambung Dedie Rachim.

Disinggung apakah perubahan design proyek Bumi Ageung Batutulis Bogor cukup dominan, Dedie A Rachim menyebut, perubahan ada, namun hanya sedikit.

Meski begitu, design saat ini masih sama tujuannya, hanya mungkin ornamen, bentuk dan penempatan yang sedikit berbeda.

"Ada perubahan-perubahan sedikit lah, tidak terlalu banyak kok, kurang lebihnya sama tujuannya, hanya mungkin ornamen, bentuk dan penempatan yang sedikit berbeda. Kalau konsepnya Sunda lah," imbuh Dedie Rachim.

Meski begitu, diyakini Dedie Rachim, pihaknya optimis pengerjaan proyek Bumi Ageung Batutulis Bogor dapat selesai pada tahun ini.

Sebab, pembangunan yang dilakukan hanya ada beberapa lokal gedung, dan selebihnya lebih ke outdoor seperti taman dan ornamen-ornamen yang sifatnya tidak terlalu berat.

"Insya Allah akhir Desember Bumi Ageung Batutulis Bogor sudah selesai, sudah mulai (pengerjaan pembangunan), sudah perbulan akhir Juli," tandas Dedie Rachim.