POJOKBOGOR.id - Krisis air bersih akibat fenomena kekeringan dilaporkan mulai melanda pemukiman warga yang tinggal di wilayah Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan bahwa musibah kekeringan yang dialami oleh warga tersebut dipicu oleh tidak adanya curah hujan dalam kurun waktu yang cukup lama.
Kondisi cuaca kering ini secara otomatis menyebabkan menyusutnya debit serta berkurangnya sumber mata air bersih milik warga yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Sebagian besar sumber air bersih milik warga sudah mulai kering," kata Adam Minggu 19 Juli 2026.
Berdasarkan data asesmen riil dari pihak BPBD Kabupaten Bogor, rincian populasi warga yang terdampak langsung oleh bencana kekeringan ini berada di kawasan Kampung Babakan dengan total mencapai 258 KK atau sekitar 1.019 jiwa.
Selain pemukiman padat penduduk, dampak kekeringan juga meluas hingga ke lingkungan pendidikan keagamaan.
Salah satunya adalah pondok pesantren yang berlokasi di Kampung Pasar Cekdam dengan total sebanyak 106 jiwa santri yang turut terdampak krisis air.
Demi bertahan hidup di tengah keterbatasan, sebagian besar warga terpaksa memanfaatkan sumber air permukaan yang tersisa di sekitar lingkungan mereka meskipun kondisinya kurang higienis.
"Sebagian warga menggunakan air kali di wilayah tersebut untuk mandi dan mencuci pakaian," tambah Adam.
Guna membantu memenuhi pasokan kebutuhan sementara akan air bersih yang layak bagi warga, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor langsung menerjunkan armada truk tangki untuk menyalurkan bantuan sebanyak 15.000 liter air bersih ke titik lokasi terdampak.
Kedatangan truk bantuan ini langsung disambut antusiasme tinggi oleh warga setempat.
Masyarakat tampak datang berbondong-bondong memadati titik pembagian sambil membawa berbagai wadah penampungan air darurat, mulai dari ember plastik, jeriken, hingga galon bekas.
"Air bersih sudah didistribusikan kepada warga," ungkap Adam.
Pihak BPBD mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Bogor yang mulai mengalami kendala krisis air bersih serupa untuk segera berkoordinasi dan melapor kepada aparatur wilayah setempat agar proses pendistribusian bantuan air dapat segera dijadwalkan.
Prosedur pelaporan dapat dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat RT atau RW, kemudian diteruskan ke pihak kelurahan atau desa, untuk selanjutnya pihak desa melayangkan surat permohonan resmi bantuan air bersih yang ditujukan langsung ke kantor BPBD.



