BOGOR.POJOKSATU.id – Aksi penutupan portal oleh warga kembali terjadi di Jalan Raya Putat Nutug yang berada di perbatasan Kecamatan Ciseeng dan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap aktivitas truk tambang yang dinilai melanggar aturan jam operasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor.
Setiap pagi, warga Rumpin secara bergantian berjaga dan menutup portal jalan untuk mencegah truk tambang melintas di luar jam operasional yang telah ditentukan.
Mereka menilai, aktivitas truk yang melintas di luar waktu yang diperbolehkan tidak hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya dan merusak infrastruktur jalan.
“Kami sudah lelah dengan pelanggaran ini. Truk-truk tambang itu tetap melintas seenaknya tanpa mematuhi aturan yang ada. Maka dari itu kami sepakat untuk menutup portal setiap pagi,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi penutupan tersebut.
Namun demikian, upaya warga ini kerap dihadapkan pada tindakan kontraproduktif dari beberapa oknum yang diduga berasal dari wilayah sekitar.
Menurut keterangan warga, portal yang ditutup pagi hari sering kali dibuka kembali oleh oknum-oknum tersebut, sehingga truk tambang tetap bisa melintas di luar jam operasional yang semestinya.
“Kami kecewa, karena perjuangan warga untuk menertibkan lalu lintas truk tambang ini malah tidak didukung oleh sebagian orang. Portal yang kami tutup pagi-pagi malah dibuka lagi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah warga lainnya.
Aksi ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas pertambangan di wilayah mereka.
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan secara serius untuk menertibkan operasional truk tambang dan menindak tegas pihak-pihak yang melanggar peraturan.
Hingga kini, warga Rumpin berkomitmen untuk terus melakukan penutupan portal setiap pagi sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan pembiaran atas pelanggaran yang terjadi. ***



