POJOKBOGOR.id - Beberapa kampung di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mengalami kekeringan akibat kemarau ekstrem yang terjadi sejak awal Juni kemarin.
Selain tiga kampung di Desa Cijayanti, yang mengalami kesulitan air bersih, warga di Kawasan perumahan Sentul City, Kecamatan Babakan, juga mengalami hal serupa.
Kekeringan yang melanda wilayah tersebut disebabkan menurunnya intensitas hujan di hampir seluruh wilayah Bogor dan sekitarnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani mengatakan sumber mata air warga saat ini telah berkurang. Jadi warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
"Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan sumber mata air warga berkurang dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya," kata Adam.
Tiga kampung yang terdampak adalah Babakan Cicerewed, Cijayanti, dan Cimangurang. Adam mengatakan sebanyak 2.319 warga terdampak kekeringan itu.
"Korban terdampak di Kampung Cicerewed 1.375 jiwa, Kampung Cijayanti 448 jiwa, dan Cimangurang 496 jiwa," jelasnya.
Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas BPBD untuk dilakukan penanganan. Petugas kemudian membagikan 20 ribu liter air bersih untuk warga.
"Total volume pengiriman air bersih 20 ribu liter. Untuk saat ini air bersih sudah didistribusikan kepada masyarakat," ucapnya.
Sementara di Sentul City, tak tinggal diam. Meski pelayanan dan pemeliharaan air bersih warga di sana berada dibawah tanggungjawab Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, pihaknya berinisiatif melakukan pendistribusian air bersih ke warga yang terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga atas kendala distribusi air oleh PDAM dalam beberapa waktu terakhir, Sentul City memberikan dukungan berupa pasokan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari hari warga di sana.
"Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," tulis manajemen Sentul City di akun media sosial Instagramnya baru baru ini.
Dari unggahan tersebut, manajemen menyebutkan beberapa klaster menerima bantuan air bersih, salah satunya Cluster Venesia.
Sementara itu, Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad, mengatakan ketersediaan air bersih menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas rumah tangga maupun kegiatan usaha masyarakat di tengah musim kemarau.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan," tutur dia.
Hingga saat ini, Abdul Somad merinci, tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor, termasuk Kecamatan Babakan Madang.
Ia menjelaskan, sebagai tindak lanjut penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi kekeringan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Perumda Tirta Kahuripan membuka akses delapan instalasi pengolahan air (IPA) sebagai stasiun pengisian mobil tangki, menyiapkan 12 armada tangki, serta mengoptimalkan mobile water treatment plant (WTP) di lokasi rawan kekeringan.
Menurut dia, upaya tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga menjaga agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, mengingat air merupakan kebutuhan utama bagi rumah tangga, pelaku usaha mikro, sektor perdagangan, jasa, hingga berbagai kegiatan produktif lainnya.
Abdul Somad mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dengan mengutamakan kebutuhan pokok, menyiapkan cadangan air, serta menjaga kebersihan sumber air agar proses produksi air bersih di instalasi pengolahan tetap optimal.
Bagi warga yang mengalami krisis air bersih, permohonan bantuan dapat diajukan melalui pemerintah desa kepada BPBD Kabupaten Bogor.
Selanjutnya BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengoordinasikan pendistribusian air bersih bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, PMI, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Ia berharap sinergi antarlembaga dalam menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau dapat meminimalkan dampak kekeringan sekaligus menjaga produktivitas dan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Bogor.



