POJOKBOGOR.id – Suasana reses anggota DPRD Kabupaten Bogor di Kecamatan Cigombong, Kamis (9/10/2025), berubah menjadi ajang curhat warga.
Mereka menyampaikan kegelisahan atas kondisi Setu Lido yang kian menyusut serta belum jelasnya pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) oleh MNC Land Lido.
Menurut warga, luas Setu Lido yang dulunya mencapai 23 hektare kini tinggal sekitar 12 hektare akibat pendangkalan dan alih fungsi lahan.
Mereka pun meminta perhatian serius dari pemerintah daerah hingga Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk turun langsung meninjau kondisi tersebut.
“Selama ini dari 700 hektar lahan MNC, TJSL yang harusnya diserahkan cukup luas. Tapi sampai sekarang baru Masjid Al Azim yang dibangun, itu pun belum jelas statusnya,” ujar Dodim, perwakilan warga Cigombong.
Dodim menambahkan, warga meminta agar DPRD mendesak pihak MNC segera menunaikan kewajiban sosialnya kepada masyarakat.
“Kami minta DPRD dan pemkab menegaskan agar lahan-lahan yang menjadi hak warga segera diserahkan. Jangan cuma janji,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Edwin Sumarga, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil III, menyatakan bahwa aspirasi warga akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat.
“Soal Setu Lido ini memang krusial. Setu itu aset provinsi, jadi kami akan koordinasikan dengan DPRD Jabar agar ada langkah konkret,” tegas Edwin.
Ia juga menilai, kehadiran MNC Land di Lido sejatinya membawa dampak positif, terutama dari sisi ekonomi dan pariwisata.
Namun, ia mengingatkan agar perusahaan tidak mengabaikan tanggung jawab sosial serta kelestarian lingkungan.
“MNC jangan menyepelekan hak warga. Pembangunan boleh jalan, tapi ekosistem harus tetap dijaga. Kami di DPRD siap memperjuangkan itu,” ujarnya.
Edwin menambahkan, Pemkab Bogor juga harus lebih tegas dalam menagih komitmen TJSL MNC Land yang dinilai belum berjalan transparan.
“TJSL itu jelas diatur. Kalau belum diserahkan, pemkab harus berani menegur. Kami di DPRD akan terus dorong dan awasi,” pungkasnya.
Isu Setu Lido bukan hal baru bagi warga Cigombong. Selain menjadi ikon wisata alam, setu ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan.
Namun, kini warga khawatir dan merasa hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan kawasan Lido.
Mereka berharap, pemerintah dan DPRD tak hanya mendengar, tapi juga bertindak nyata agar pembangunan besar di Lido berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kami hanya ingin hak kami ditegakkan, dan Setu Lido tidak hilang dari peta,” tutup Dodim penuh harap.




