BOGOR.POJOKSATU.id - Keluhan warga kembali mencuat dari kawasan Cikiwul, tepatnya di jalur Pangkalan 5 menuju TPA Bantar Gebang, pada Selasa (5/5/2026).
Aktivitas truk pengangkut sampah yang lalu lalang tanpa henti disebut semakin tidak terkendali dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar.
Dalam empat hari terakhir, warga mengaku harus menghadapi antrean panjang truk sampah yang memenuhi ruas jalan di depan rumah mereka.
Meski sempat mereda, kondisi lengang hanya berlangsung singkat sebelum kemacetan kembali terjadi.
“Paling cuma 1–2 jam agak kosong, setelah itu macet lagi panjang,” ujar salah satu warga.
Tak hanya soal kemacetan, bau menyengat dari air truk sampah menjadi keluhan utama. Aroma tidak sedap yang terus menerus tercium dinilai sangat mengganggu, bahkan mulai berdampak pada kesehatan warga.
“Ada keluarga yang sampai sesak napas karena bau,” ungkap warga tersebut.
Warga yang tinggal di pinggir jalan mengaku menjadi pihak paling terdampak. Selain harus menghadapi kemacetan setiap hari, mereka juga terpapar langsung bau sampah yang menyengat.
“Kalau yang rumahnya agak ke dalam mungkin tidak terlalu terasa, tapi kami yang di pinggir jalan ini tiap hari kena dampaknya. Bau dan macet terus, kompensasi juga tidak seberapa,” keluhnya.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan ini.
Mereka meminta solusi agar antrean truk bisa diurai serta penanganan bau dapat dilakukan, sehingga tidak terus merugikan warga yang tinggal di sekitar jalur tersebut.
“Kami hanya ingin ada penanganan serius, supaya kondisi ini tidak semakin parah dan kami bisa hidup lebih nyaman,” tutupnya.***



