POJOKBOGOR.id - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di kawasan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Kamis 13 November 2025.

Dedi juga meninjai sejumlah titik pembangunan di kompleks sekolah ditemani sejumlah pejabat tinggi Polri lainnya. Ia juga melakukan peletakan batu pertama di tempat ibadah lainnya yang akan didirikan di kawasan sekolah ini.

Karowatpers SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto menjelaskan, kegiatan juga dilanjutkan dengan topping off ceremony dua gedung di sekolah itu, yaitu gedung akademik dan perpustakaan.

Baca Juga: Oh Jadi Ini Alasan Kenapa Dirut RSUD Kota Bogor Mengundurkan Diri

Menurutnya, dua gedung itu diprioritaskan karena pada Desember 2025 akan dikunjungi oleh IB Consultant untuk mendapatkan kelayakan sertifikat IB.

"Dua gedung itu prioritas pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Kami harapkan pembangunan rampumh 29 Mei 2026," kata Budhi.

Ia menegaskan, proses pembangunan dilakukan secara simultan dan diharapkan progresnya sesuai dengan perencanaan Kurva S yang sudah dibuat.

Baca Juga: Dana Transfer Pusat Berkurang, Pemkot Bogor Maksimalkan Sumber PAD Baru

"Jadi proses pembangunannya dilakukan secara simultan. Semua kita harapkan sesuai perencanaan Kurva S yang sudah dibuat, ini satu tahun selesai dalam pembangunan ini dan diharapkan 29 Mei 2026 bisa selesai semua, berserta dengan semua fasilitasnya," jelasnya.

Budhi mengatakan Polri bekerja sama dengan sejumlah yayasan dalam menggunakan kurikulum Ekosistem Garuda.

"Dengan Ekosistem Garuda ini diharapkan maka nanti lulusan dari sekolah yang ekosistem Garuda, termasuk mudah-mudahan salah satunya juga SMA KTB ini, bisa melanjutkan ke top 100 university di dunia," ungkapnya.

Wakapolri juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di lingkungan SMA Taruna Kemala Bhayangkara.

Baca Juga: Meski Sempat Dirawat di RS, Korban Tawuran Pelajar di Bogor yang Kena Bacok Dinyatakan Meninggal Dunia

"Kita juga melaksanakan peresmian masjid An-Nadhah Suhanda, kemudian kita meletakkan batu pertama tempat-tempat ibadah, ada gereja Katolik, ada gereja Protestan, ada pura maupun ada vihara," kata dia.

Menurutnya, pembangunan tempat-tempat ibadah tersebut menjadi simbol persatuan dan kesatuan di sekolah tersebut. Peserta didik diharapkan memiliki rasa toleransi yang tinggi mulai dari lingkungan sekolah.

"Dengan perbedaan itu, bukan menjadikan mereka kemudian terpisah ataupun ada jurang di antara mereka, tapi juga justru menambah persatuan dan kesatuan. Sehingga generasi-generasi emas kita pada akhirnya mereka bisa bersatu padu, tidak terpecah karena latar agama maupun perbedaan yang lainnya," ujarnya. ***