POJOKBOGOR.id - DPD PKS Kabupaten Bogor menyambangi Kantor DPC Gerindra Kabupaten Bogor, sekaligus menyodorkan dua nama bakal calon bupati untuk berkontesasi dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2024.

Dua nama yang disodorkan yakni Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Dedi Aroza dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor KH Agus Salim yang juga kader PKS.

"Sudah ada lima nama (kandidat) kita serahkan ke DPW, kemudian (DPW PKS Jawa Barat) memutuskan Agus Salim dan saya," kata Dedi Aroza di Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa, 14 Mei 2024.

Baca Juga: Pemkot Mulai Siap Siap HJB yang ke 542 Tahun, Kali Ini Bakal Dirayakan Lebih Sederhana

Ia menyebutkan, safari politik PKS ke beberapa partai politik di Kabupaten Bogor untuk menyamakan persepsi dalam menyongsong Pilkada 2024.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor Iwan Setiawan di tempat yang sama menyatakan, partai yang ia pimpin membuka pintu koalisi untuk partai politik lain, termasuk PKS.

"Jujur ya kalau tadi saya hitung, koalisi dengan PKS itu jelas, kalau suara PKS yang kemarin Pileg dipersentasekan dengan Pilkada bisa sama," ujar Iwan.

Baca Juga: DPRD Kota Bogor dan Disdik Rumuskan Kuota Zonasi PPDB Tahun Ajaran 2024 Berkurang Dibanding Tahun Lalu

Menurut Iwan, butuh melibatkan banyak pihak untuk mewujudkan pembangunan merata di Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 5,6 juta jiwa tersebar di 40 kecamatan.

Sejauh ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik untuk Pilkada 2024.

Partai Gerindra Kabupaten Bogor dengan modal raihan 12 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri di Pilkada 2024.

Baca Juga: PKL yang Sempat Diusir Bima Arya Turun Lagi ke Alun Alun Kota Bogor, Hery Antasari : Belum Lihat Pembandingnya

Namun, kata Iwan, Partai Gerindra memegang teguh prinsip Ketua Umum Prabowo Subianto yang menganggap partai pemenang tidak bisa berjalan sendiri, sehingga harus melibatkan partai lain.

"Kemarin kan ikut rakor saya (dengan DPP Partai Gerindra), dibebaskan (berkoalisi) sesuai kearifan lokal dengan siapapun," ungkap Iwan. ***