BOGOR.POJOKSATU.id - Seorang pedagang es teh harum di kawasan Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, harus menelan kerugian.

Hal tersebut terjadi setelah menerima uang palsu pecahan Rp100 ribu dari pembeli yang belum diketahui identitasnya. Insiden tersebut terjadi saat warung dalam kondisi ramai pada hari ini.

Berdasarkan keterangan pedagang, pelaku datang layaknya pelanggan biasa dan melakukan transaksi menggunakan pecahan Rp100 ribu.

Karena kondisi warung sedang padat pengunjung, pedagang tidak sempat memeriksa keaslian uang secara menyeluruh.

Kejanggalan baru terungkap ketika pedagang hendak menutup dagangan. Warna uang terlihat lebih pudar dibandingkan uang asli.

Selain itu, saat disentuh tinta pada permukaan uang tersebut luntur dan menempel di tangan. Setelah diperiksa lebih teliti, uang itu dipastikan palsu.

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Pedagang mengimbau rekan-rekannya agar lebih berhati-hati saat menerima uang, khususnya pecahan besar, terlebih di situasi ramai yang kerap dimanfaatkan oknum untuk melakukan kecurangan. ***