POJOKBOGOR.id - Lanjutan pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) di Kabupaten Bogor, terancam mangkrak lantaran kontraktor penyedia jasa kesulitan mendapat material, buntut penutupan sejumlah lokasi tambang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Suryanto Putra menjelaskan, Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp31 miliar untuk melanjutkan pembangunan Jalan Bomang tahun ini.
"Kami pantau terus pekerjaan di lapangan tapi memang penyedia jasa kesulitan mendapatkan bahan bangunan seperti beton karena tidak ada yang bisa dibeli usai penutupan lokasi tambang," jelas Suryanto, usai meninjau Jalan Bomang, Kamis 30 Oktober 2025.
Baca Juga: Asperbang Nilai Tiga Direksi Perumda Tirta Pakuan Bisa Dilanjutkan, Ini Dasarnya
Suryanto mengatakan, sulitnya mendapat bahan material mengakibatkan penyedia jasa saat ini hanya mengerjakan pengerukan dan perataan tanah. Sementara kontrak kerja mereka 130 hari atau selesai sebelum akhir Desember 2025.
“Jadi mereka sedang berusaha juga mencari di wilayah luar Bogor. Kalaupun dapat volumenya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan,” jelas Suryanto.
Ia berharap apa yang dialami penyedia jasa bisa segera teratasi, agar pembangunan bisa diselesaikan tepat waktu.
Baca Juga: Aksi Curanmor Bersenpi Berhasil Digagalkan Warga dan Petugas di Gunung Putri Bogor
“Kami berharap keluhan dari mereka (penyedia jasa) itu bisa diatasi. Mereka ingin mengecor tuh, ngecor dinding penahan tahan, tapi saat ini belum ada yang bisa mengirim bahan buat ngecor itu, memang pihak vendor yang sanggup belum ada,” jelasnya.
Suryanto pun masih optimis pekerjaan bisa selesai tepat waktu, sebagaimana yang telah disepakati saat awal pengerjaan dilakukan.
“Mudah-mudahan berjalan dengan sampai 28 Desember itu bisa selesai,” katanya.
Sementara Manajer Proyek Jalan Bomang Acep Wawan menyebut, kesulitan bahan material juga dirasakan penyedia jasa konstruksi lain di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh, Menkeu Purbaya Terancam Diganti?
Bahkan, pihaknya harus mengambil bahan material dari Merak, meski dengan harga yang relatif lebih mahal.
Ia menegaskan, pihaknya sangat bergantung pada bahan material yang dihasilkan dari pertambangan untuk memperlancar pembangunan Jalan Bomang.
“Betul (kami sangat bergantung) karena kita bahan bakunya terutama split, dasarnya kan hasil bumi. Kalau (tambang) ditutup, tidak ada (alternatif lain) beton itu material pokoknya kan split,” ungkap Acep.
Dua bulan menjelang akhir kontrak, Acep menyebut bahwa progres pembangunan saat ini baru mencapai 31 persen.
Baca Juga: WADUH... Seorang Pengunjung Dairyland Farm Puncak Bogor Dicakar Burung Merak Hingga Luka-luka
“Dalam pengerjaan Jalan Bomang ini progres baru tercapai 31 persen, sebetulnya di dalam schedule kita masih plus, tapi di lapangan memang ada beberapa kendala. Mudah-mudahan bisa segera diatasi,” kata dia. ***



