BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan pembenahan besar di kawasan Pasar Parung sebagai langkah awal membangun pusat ekonomi terintegrasi Parung Ciseeng.

Penataan ini tidak hanya menyasar pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga mencakup kebersihan lingkungan, kelancaran lalu lintas, hingga peningkatan fasilitas pasar.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut langkah ini menjadi bagian dari transformasi kawasan yang telah disiapkan dalam rencana investasi tahun 2026 hingga 2027.

Ia ingin Parung dan Ciseeng berkembang sebagai kawasan ekonomi baru yang lebih tertata dan modern.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memastikan bahwa penataan dilakukan tanpa menggusur pedagang. Pemerintah justru mengedepankan pendekatan penataan yang lebih manusiawi dan terstruktur.

“Penataan ini tidak ada penggusuran. Kita fokus mengatur agar lebih rapi, termasuk mengaktifkan kembali terminal dan memperbaiki akses jalan,” jelas Ajat.

Dari sisi teknis, Perumda Pasar Tohaga telah menyiapkan sekitar 700 lapak untuk relokasi PKL. Program ini juga mendapat respons positif, dengan sekitar 90 persen pedagang disebut siap mendukung langkah tersebut.

Ke depan, kawasan Parung–Ciseeng dirancang sebagai satu kesatuan wilayah yang saling terhubung.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan ini juga diharapkan mampu mengangkat potensi lokal sebagai identitas baru daerah.

Dengan konsep terintegrasi, pemerintah menargetkan Parung–Ciseeng tidak hanya menjadi pasar tradisional yang tertata.

Tetapi juga berkembang menjadi pusat ekonomi modern yang mampu menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***