POJOKBOGOR.id – Suasana panik sempat terjadi di SDN Pasirangin 02, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (1/10/2025).

Tiga siswa kelas VI tiba-tiba mengalami mual dan muntah setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pihak sekolah.

Kepala SDN Pasirangin 02, Hawa Hasmilah, menuturkan peristiwa itu terjadi usai upacara bendera.

Saat sebagian siswa kembali ke kelas dan menikmati MBG, tiga siswa mendadak merasakan gejala tidak nyaman.

“Dua anak muntah dan satu lagi hanya mual serta pusing. Itu sekitar 10–15 menit setelah makan MBG. Dari 40 siswa di kelas, hanya tiga yang mengalami keluhan,” ungkap Hawa.

Kondisi tersebut membuat guru dan orang tua sempat khawatir, mengingat makanan yang dikonsumsi merupakan bagian dari program MBG yang selama ini rutin dilaksanakan sekolah.

Namun, mayoritas siswa lainnya yang juga menyantap makanan tersebut tidak mengalami keluhan.

Untuk memastikan penyebabnya, pihak sekolah segera membawa ketiga siswa ke RSUD Ciawi. Hasil laboratorium memastikan tidak ada indikasi keracunan.

“Leukosit memang agak tinggi, tapi masih dalam batas aman. Anak-anak cukup diberi obat dan langsung diperbolehkan pulang,” jelas Hawa.

Ia menegaskan, pihak sekolah sebenarnya selalu melakukan langkah antisipasi sebelum MBG dibagikan.

“Setiap ada MBG, saya atau guru selalu makan dulu. Bahkan tadi guru kelas IV sudah mencoba lebih dulu, dan ternyata aman,” katanya.

Sejak Februari, program MBG rutin berjalan di SDN Pasirangin 02 tanpa kendala.

Hawa menilai insiden ini menjadi pelajaran berharga, namun ia tetap berharap program tersebut tidak dihentikan.

“Kalau kata saya mah ini bagus, selagi anak masih aman. Karena tidak semua anak bisa makan dengan baik di rumah, jadi dengan MBG gizinya lebih terpantau,” pungkasnya.