POJOKBOGOR.id - RS Hermina Ciawi kini resmi beroperasi usai proses pembangunan memakan waktu satu tahun. Peresmian dilakukan Bupati Bogor Iwan Setiawan dan Direktur Utama PT Medialoka Hermina Tbk, dr Hasmoro, Kamis (9/11).

Dalam sambutannya, dr Hasmoro mengatakan, inisiatif pembangunan RS Hermina Ciawi diawali keinginan para dokter yang ada di Ciawi, Kabupaten Bogor. Akhirnya rumah sakit tersebut mulai dibangun pada 11 November 2022.

RS Hermina Ciawi memiliki luas 8.661 meter persegi yang berdiri di lahan seluas 10.023 meter persegi. RS ini menjadi anggota ke-46 Hermina Grup yang ada di seluruh Indonesia.

dr Hasmoro menerangkan, pada tahap pertama pembangunannya RS Hermina Ciawi memiliki 100 tempat tidur dengan rincian kelas 3 sebanyak 16 tempat tidur.

Fasilitas yang tersedia antara lain di ground floor 2 ada perkantoran kerja umum, ground floor 1 poliklinik untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun non JKN.

Kemudian lantai 1 ada IGD dan penunjang medik, lantai 2 ada kamar operasi ICU, PICU, dan NICU,” ujarnya.

Kemudian di lantai 3 RS Hermina Ciawi ini terdapat fasilitas kamar bersalin, perawatan untuk pasien BPJS dan Non BPJS. Serta di lantai 4 juga terdapat pasien BPJS.

"Rumah sakit ini akan dikelola dengan standar manajemen pelayanan medis, manejemen keperawatan, manajemen logistik, manajemen personalia manajemen keuangan dan manajemen operasional lainnya. Serta didukung dengan sistem informasi RS sesuai dengan standar Hermina Grup agar manajemen bisa berlangsung cepat dan tepat," jelas dr Hasmoro.

Baca Juga: Dukung Program Bogor Tuntas Mengaji, BJB Serahkan Bantuan CSR Rp150 Juta

Di tahap selanjutnya nanti, RS Hermina Ciawi ini akan dikembangkan menjadi 134 tempat tidur. Hasmoro menargetkan RS Hermina Ciawi menjadi rujukan pelayanan ibu dan anak di Kabupaten Bogor.

Bupati Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengapresiasi dan bersyukur atas diresmikannya RS Hermina Ciawi. Menurutnya, rumah sakit ini bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terutama di wilayah Kabupaten Bogor bagian selatan.

Menurut Iwan, sebagai wilayah yang memiliki penduduk terbanyak di Indonesia dengan total 5,8 orang Kabupaten Bogor banyak membutuhkan RS. Oleh karena itu dirinya berharap para investor dapat membantu Pemerintah Daerah membangun rumah sakit.

Baca Juga: Sampah di Simpang Ciawi Capai 35 Ton

"Pemda tidak mungkin lagi membangun (RS), agak berat. Kami mendorong pihak ke-3 mitra Pemda dapat bersama-sama bergerak memajukan kesehatan di Indonesia dengan membangun rumah sakit," ujarnya.

Terutama di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat yang menurut Iwan punya potensi yang besar dengan 15 kecamatannya. Selain itu wilayah barat juga memiliki lokasi yang strategis dan aksesibilitas yang mudah karena terhubung dengan wilayah Tangerang. ***