POJOKBOGOR.id – Dukungan terhadap bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor mulai bermunculan menjelang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Bogor.

Setelah masa pengembalian formulir pendaftaran bakal calon ketua ditutup pada Jumat (21/8/2026), tiga nama dipastikan telah mengembalikan formulir. Ketiganya yakni Ridwan Rusliandy, Sulhaji Jompa, dan Hilal Firmansyah.

Kemunculan tiga nama tersebut membuat sejumlah anggota Kadin mulai menentukan pilihan. Salah satunya kader muda Gapensi, Zulfikri, yang menyatakan dukungannya kepada Hilal Firmansyah untuk memimpin Kadin Kabupaten Bogor periode 2026-2031.

Baca Juga: Dedie Rachim Bersama DPRD Kota Bogor Serahkan Ijazah bagi Pelajar Prasejahtera

“Dari tiga bakal calon ketua Kadin ini saya semakin mantap. Aa Hilal Firmansyah adalah pilihan saya dan rekan-rekan anggota Kadin lainnya karena selain memiliki basic dan background yang jelas, Aa Hilal memiliki gaya memimpin yang mumpuni karena sepak terjangnya di beberapa organisasi yang sudah beliau pimpin,” kata Zulfikri kepada Jurnal Bogor, Kamis (27/8/2026).

Zulfikri bahkan mengaku siap memberikan dukungan secara pribadi untuk membantu aktivitas pemenangan Hilal Firmansyah. Pengusaha muda yang berkantor di Kecamatan Megamendung itu menyebut dukungan tersebut merupakan bagian dari semangat rereongan atau kebersamaan.

“Nggak apa-apa saya merogoh kocek sendiri demi kemenangan Aa Hilal jadi Ketua Kadin Kabupaten Bogor. Sesuai moto Aa Hilal, rereongan atau babarengan, termasuk sumbangan materi,” tegas pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi dan perhotelan serta penyewaan alat berat tersebut.

Baca Juga: Penumpang Kereta yang Datang ke Bogor Mencapai 163.000 Orang Setiap Weekend, Pemkot Bogor Perkuat Penataan Alun Alun dan Stasiun

Menurut Zulfikri, Hilal memiliki latar belakang organisasi yang jelas dan pengalaman kepemimpinan yang dinilai mampu menjadi modal untuk memimpin Kadin Kabupaten Bogor.

Ia berharap prinsip rereongan yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Sunda tetap dipertahankan dalam kepemimpinan organisasi.

“Tradisi rereongan ini supaya pemimpin yang sudah terpilih tidak lupa pada anggotanya dan terus merasa bahwa pemimpin terpilih karena ada banyak sumbangsih orang lain di sana. Jadi, memimpinnya akan tetap terus bersama-sama para anggotanya,” tandas pria yang akrab disapa Koko Zul tersebut. ***