POJOKBOGOR.id – Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menanamkan kebiasaan membaca kepada anak sejak usia dini.
Salah satu langkah yang dilakukan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah adalah menghadirkan program Pustaka Ceria, sebuah kegiatan literasi yang dikemas dengan pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Program tersebut dirancang agar perpustakaan tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat membaca atau menyimpan koleksi buku.
Anak-anak juga diajak belajar, bereksplorasi, bermain, serta mengenal berbagai hal yang berkaitan dengan lingkungan dan sejarah daerah.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Iwan Irawan, mengatakan Pustaka Ceria diperuntukkan bagi pelajar mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar.
“Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. Bukan hanya datang untuk membaca buku, tetapi juga belajar, bermain, mengenal sejarah, dan mendapatkan pengalaman baru,” kata Iwan, Rabu (2/9/2026).
Mengenalkan perpustakaan sejak usia dini
Program Pustaka Ceria diisi dengan kunjungan dari sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor.
Salah satu sekolah yang ikut dalam kegiatan tersebut adalah SDI Bilal bin Rabah.
Para siswa diperkenalkan dengan lingkungan perpustakaan, melihat koleksi yang tersedia, serta mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah lokal Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat anak lebih akrab dengan perpustakaan sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap daerah tempat mereka tinggal.
Pengenalan sejarah lokal juga menjadi bagian penting karena anak tidak hanya diajak membaca, tetapi memahami cerita dan warisan yang ada di lingkungannya.
Dengan cara tersebut, perpustakaan diharapkan menjadi ruang yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada anak.
Baca Juga: Rudy Susmanto Siapkan Jalan Alternatif Puncak Pasir Muncang–Taman Safari Sepanjang 7,5 Km
Mendongeng menjadi cara menarik minat anak
Kegiatan serupa juga dilakukan bersama siswa TKS IT Rabbani, Kecamatan Citeureup.
Para siswa mengikuti sesi membaca bersama, mengenal fasilitas perpustakaan, hingga mendengarkan cerita dalam kegiatan mendongeng edukatif.
Sesi mendongeng dibawakan oleh Kak Adit dengan menggunakan boneka tangan. Metode tersebut membuat penyampaian cerita lebih interaktif sehingga anak lebih mudah mengikuti kegiatan.
Pendekatan seperti ini dinilai penting karena kegiatan literasi untuk anak tidak cukup hanya dengan meminta mereka membaca buku.
Baca Juga: Fenomena Penggerakan Tanah Mulai Banyak Terjadi di Kabupaten Bogor, Ada Apa?
Anak membutuhkan suasana belajar yang sesuai dengan usia dan karakter mereka agar kegiatan membaca tidak dianggap sebagai kewajiban yang membosankan.
Menumbuhkan kebiasaan membaca secara alami
Iwan mengatakan pembentukan budaya literasi perlu dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak.
Karena itu, lingkungan perpustakaan harus mampu menghadirkan pengalaman yang membuat anak merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali.
“Dengan suasana yang menyenangkan, kami berharap minat baca dan kecintaan terhadap literasi dapat tumbuh secara alami sejak dini,” ujarnya.
Menurut Iwan, membangun budaya membaca bukan hanya tugas perpustakaan.
Baca Juga: Bakal Jadi Ruang Kreatif Generasi Muda, Eks Gedung Kesenian Bogor Mulai Berganti Wajah
Sekolah, keluarga, masyarakat dan pemerintah perlu mengambil peran agar kebiasaan membaca dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pustaka Ceria kemudian ditempatkan sebagai salah satu bagian dari upaya membangun ekosistem literasi tersebut.
Ingin diperluas ke lebih banyak sekolah
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor berharap program Pustaka Ceria tidak hanya berlangsung di sejumlah sekolah yang telah mengikuti kegiatan.
Program tersebut ditargetkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Bogor,” jelas Iwan.
Baca Juga: Sejumlah Kebijakan Dianggap Tak Adil, Ratusan Sopir Angkot 'Geruduk' Balai Kota Bogor
Perluasan program menjadi tantangan tersendiri mengingat Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dan sekolah yang tersebar di banyak kecamatan.
Semakin luas cakupan program, semakin banyak pula anak yang berkesempatan mendapatkan pengalaman belajar langsung di perpustakaan.
Perpustakaan tak lagi sekadar tempat buku
Melalui Pustaka Ceria, pemerintah daerah juga ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap perpustakaan.
Perpustakaan dapat menjadi ruang publik yang menghadirkan kegiatan edukatif dan rekreatif bagi anak, bukan hanya tempat duduk membaca dalam suasana formal.
Kegiatan membaca, mendongeng, mengenal sejarah lokal hingga mengeksplorasi koleksi buku diharapkan dapat membantu anak mengembangkan imajinasi, kreativitas dan rasa ingin tahu.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah sekolah yang berkunjung.
Baca Juga: Di Jawa Barat Ternyata Masih Ada Sekolah dengan Atap Bolong dan Lantai Tanah
Hal yang lebih penting adalah apakah pengalaman tersebut membuat anak memiliki ketertarikan untuk kembali ke perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan.
Dengan menghadirkan aktivitas yang sesuai dengan dunia anak, Pustaka Ceria diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya membaca sekaligus mendekatkan generasi muda dengan perpustakaan dan sejarah Kabupaten Bogor.



