POJOKBOGOR.id - Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu geram mendengar adanya truk tambang dikemudikan oleh anak di bawah umur.
"Iya saya dengar ada sopir tembak yang masih di bawah umur. Ini yang akan jadi perhatian kita semua," kata Asmawa Tosepu, Selasa (9/1).
Dia pun berniat untuk menindak tegas transporter nakal yang tidak mengindahkan aturan jam operasional truk tambang di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: KPU Kota Bogor Libatkan 1.114 Orang Untuk Lipat dan Sortir Surat Suara
Selain membahayakan pengguna jalan, truk bertonase besar pun telah menghancurkan jalan di kawasan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Ia juga meminta agar para pengusaha tambang memperhatikan ketentuan perizinan, juga terkait berat muatan kapasitas yang dipersyaratkan adalah 8 ton.
“Apakah mereka sudah taat dengan ketentuan yang ada, harus kita pastikan bersama-sama,” tegas Asmawa Tosepu.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
Asmawa Tosepu memastikan pembangunan kantong parkir untuk truk tanbang di Desa Gorowong, Kecamatan Parungpanjang dan Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, telah mencapai 60 persen.
Asmawa Tosepu menargetkan, kantong parkir tersebut dapat digunakan pada akhir Januari 2024. Sehingga diharapkan, truk tambang tidak lagi lalu lalang pada jam-jam yang dilarang.
"Hari ini kami turun ke wilayah memastikan progres pembangunan kantong parkir berjalan dengan baik. Saat ini progresnya mencapi 60 persen. Paling lambat akhir Januari sudah bisa digunakan," kata Asmawa Tosepu, Senin (8/1).
Pembangunan kantong parkir hanyalah upaya jangka pendek untuk menertibkan operasional truk tambang. Untuk jangka panjang, Asmawa Tosepu menargetkan pembangunan jalan khusus angkutan tambang segera rampung. ***



