POJOKBOGOR.id - Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu, tak segan untuk membubarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), jika tidak sehat secara bisnis.
"(BUMD) yang tidak sehat ini perlu dipertimbangkan. Kita bubarkan daripada membebani daerah atau kita perbaiki manajemennya," ungkapnya, Jumat (1/3).
Menurutnya, sebelum mengambil opsi untuk membubarkan, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah berkomitmen untuk tidak memberikan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) terhadap BUMD yang tidak produktif.
Baca Juga: Sudah Tiga Tahun Ajukan RTLH Rumah Warga di Kota Bogor Ini Tak Kunjung Ada Respon
Pemerintah Kabupaten Bogor telah mendeteksi beberapa BUMD yang tidak terkelola dengan baik, salah satunya PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE).
Perusahaan yang bergerak dalam bidang energi dan pertambangan ini, sudah beberapa tahun terakhir tak mendapatkan PMP dari Pemkab Bogor.
"Tidak ada lagi (PMP), tidak boleh ada penyertaan modal kepada BUMD yang tidak sehat. Itu persyaratan pertama, kedua pada saat APBD defisit Itu juga tidak boleh, tapi APBD Bogor Alhamdulillah sekarang kan cukup," kata Asmawa.
Baca Juga: Stok Tempat Tidur Rumah Sakit di Kabupaten Bogor Jauh di Bawah Standar WHO
Ia pun telah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi seluruh BUMD di Kabupaten Bogor dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk melakukan penanganan terhadap BUMD bermasalah.
"Sejak saya di Kabupaten Bogor saya bentuk tim untuk melakukan evaluasi secara total atas semua BUMD, mau PDAM, mau pasar mau yang BTB semua biar kita lihat hasilnya," ujarnya. ***



