POJOKBOGOR.id - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan, meneken kerja sama dengan sejumlah badan usaha swasta, untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Kerja sama dengan badan usaha swasta ini menggunakan mekanisme business to business (B to B), demi mewujudkan visi Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat mewujudjan perekonomian daerah maju, melalui program prioritas percepatan pembangunan infrastruktur dasar permukiman, yaitu perluasan cakupan pelayanan akses air minum kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Melihat Mewahnya Desain Masjid Raya Kabupaten Bogor

Penandatanganan ini dilaksanakan di Sumber Mata Air Ciburial yang dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1922, sekaligus meninjau keadaan sumber mata air yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor yang penuh dengan sejarah karena pernah menyuplai kebutuhan air bersih ke Istana Kepresidenan di Jakarta.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan pentingnya pelestarian dengan merencanakan penetapan Mata Air Ciburial sebagai Kawasan Cagar Budaya agar tidak dibongkar dan tidak dibangun sehingga tetap terjaga kelestariannya.

“Mata Air Ciburial ini harus kita jaga bersama dengan cara penetapan sebagai Kawasan Cagar Budaya karena sejarahnya sebagai sumber air yang mengaliri Istana Bogor hingga Istana Merdeka Jakarta dan membuat sumur resapan sebagai langkah penyelamatan debit air di Mata Air Ciburial,” ujar Rudy, Kamis 15 Mei 2025.

Baca Juga: Catat Nih Ada Event Unik Selama Perayaan HJB ke 543, Mulai dari Bogor Great Sale, Konser Musisi Jalanan Sampai Liwetan Antar Kelurahan

Selain itu, Bupati Bogor menyampaikan bahwa rencana kerjasama ini merupakan komitmen atas kebutuhan dasar masyarakat yang semakin mendesak mengingat pertumbuhan penduduk yang cukup pesat di Kabupaten Bogor.

"Dengan cakupan pelayanan administrasi yang baru mencapai 12,51 persen dan teknis sebesar 31,31 persen di akhir 2024, diperlukan adanya alternatif pembiayaan untuk meingkatkan cakupan pelayanan air minum hingga mencapai minimal 37 persen yang ditargetkan di tahun 2030,"

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Tedi Kurniawan menyampaikan bahwa peningkatan cakupan layanan ini menjadi bagian penting dalam mendukung misi pembangunan ekonomi daerah melalui penyediaan infrastruktur dasar permukiman.

Baca Juga: Cek Sekarang Juga! Bansos PKH dan BPNT Berdasarkan Kategori KPM Sudah Cair

"Namun mengingat karena tidak adanya pendanaan dari APBN setelah tahun 2021 yang dikarenakan tingginya indeks kemandirian fiskal Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, sehingga diperlukan inovasi alternatif pembiayaan lainnya. Dan salah satu kerjasama ini adalah untuk mengurangi Tingkat Kehilangan Air di Sumber Mata Air Ciburial sehingga cakupan pelayanan untuk wilayah Kabupaten Bogor dapat lebih luas lagi." ujarnya

Untuk diketahui, alternatif pembiayaan melalui kerjasama investasi dengan Badan Usaha Swasta sebelumnya telah berhasil diterapkan, yaitu penyelenggaraan SPAM Ciawi untuk wilayah Kecamatan Ciawi, Megamendung dan sekitarnya dengan kapasitas 150 liter per detik melalui mekanisme B to B dan yang telah beroperasi sejak awal tahun 2024.

Apabila rencana kerjasama investasi tersebut telah terealisasi, diproyeksikan cakupan layanan wilayah administratif akan meningkat dari 12,51 persen menjadi 15,09 persen dan cakupan wilayah teknis meningkat dari 31,31 persen menjadi 37,40 persen pada tahun 2030.

Baca Juga: Pelayanan Publik Digital di Kabupaten Bogor Terus Dikembangkan, Bupati Rudy Susmanto Tinjau Langsung Command Center

"Upaya ini bukan hanya mendukung pelayanan dasar, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penyumbang pendapatan daerah melalui dividen dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan. Kami berharap seluruh proses ini mendapat dukungan dari semua pihak agar dapat berjalan sesuai rencana,” tegas Tedi. ***