BOGOR.POJOKSATU.id - Masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada hari ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Bogor akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah baik di Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor.

Tidak hanya berlangsung hari ini, cuaca hujan juga diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Kabupaten Bogor hingga Senin, 16 Juni 2026.

Masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan pelindung hujan dan selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru.

Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan bencana juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu genangan air, banjir, longsor, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas di sejumlah titik.

Pengendara kendaraan bermotor juga diingatkan untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalan yang rawan licin dan memiliki jarak pandang terbatas saat hujan deras.

Wilayah Bogor sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan curah hujan tinggi di Jawa Barat, sehingga perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak mengabaikan peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG.

Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan atau aktivitas wisata pada akhir pekan, penting untuk mengecek kondisi cuaca sebelum berangkat.

Sementara itu, pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan terus memantau kondisi lapangan guna mengantisipasi potensi kejadian yang dapat membahayakan masyarakat.

Dengan meningkatnya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta tetap tenang, namun tidak lengah terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi selama periode cuaca basah ini.***