POJOKBOGOR.id - Polisi hingga kini belum menangkap pelaku pengeroyokan tiga warga hingga gegar otak di lapangan Sukaresmi, Kecamatan Tamansari pada 20 Februari 2023 lalu.
Dilansir dari lembar kronologi klien Sembilan Bintang, diketahui sebelumnya Kepala Desa Sukaluyu Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, Rosidin diduga turut terlibat terkait lambatnya proses penyelidikan.
Sebelumnya pada 23 Februari 2023 atau seminggu setelah para korban membuat laporan polisi di Polsek Tamansari Polres Bogor, Kades Sukaluyu Rodisin bersama Sekdes Dudi dan para pelaku mendatangi korban untuk musyawarah damai dengan para pelaku.
Baca Juga: Ajukan Cuti Sebagai ASN Rena Da Frina Masih Rahasiakan Parpol yang Akan Mengusungnya
Diduga dalam pertemuan tersebut pemdes meminta kepada para korban untuk mencabut laporan.
Kuasa hukum korban dari Sembilan Bintang dan Partners Law Office Dita Aditya merasa Pemkab Bogor dapat mengambil langkah, dengan mengedepankan kode etik.
“Memang tidak salah jika Pemkab Bogor mengarahkannya ke polisi, kenapa kita harus ke Bupati karena kita mau ambil dari sisi etiknya. Karena disitu ada dugaaan keteribatan kepala desa, diduga menghalang-halangi proses yang berjalan di tingkat kepolisian. Nah itu yang perlu sentuhan dari kepala daerah, kalau bukan ke Bupati terus kita harus kemana lagi. Yang kita sampaikan ke bupati bukan hanya soal pelaku tapi soal dugaan keterlibatan pejabat desa,” kata dia.
Baca Juga: Seorang Santri Ditemukan Tewas di Sungai
Berdasarkan hukum yang berlaku Dita menjelaskan bilamana Penyelengara Negara terbukti menghalang-halangi proses penyelidikan dan melindungi pelaku kejahatan maka orang tersebut berhak dikenakan pasal Obstruction of justice.
“Dari kepolisian ada kesulitan diduga pelaku ini sudah di panggil tidak datang, nah kalau dia datang kan itu akan membuat terang,” ucapnya.
“Iya memang ada kewenangan polisi untuk langsung menangkap, cuma kan ada hal-ham yang harus dilakukan secara prosedur termasuk pemanggilan. Kalau untuk kriminal kita sudah punya LP nya samapi utu naik ke polres bogor,” lanjut.
Mirisnya hingga saat ini dari tiga orang warga yang menjadi korban pengeroyokan yang diduga salah sasaran tersebut mengalami luka di bagian kepala yang mengakibatkan gegar otak. ***



