POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor menduduki posisi tiga terbaik dalam pengendalian inflasi daerah se-Jawa Barat. Pemkab Bogor pun akan menerima alokasi insentif fiskal tahun 2024.
Hal ini disampaikan Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu saat membuka acara High Level Meeting TPID Kabupaten Bogor, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa 23 Juli 2024.
"Pada tahun 2024 ini Kabupaten Bogor terpilih ke dalam daerah penerima alokasi insentif fiskal tahun anggaran 2024. Untuk penghargaan kinerja tahun berjalan kategori pengendalian inflasi daerah periode pertama, sebesar Rp5.563.166.000," kata Asmawa.
Baca Juga: Gibran Sebut Makan Siang Gratis Rp14.900 Satu Porsi, Dapat Ayam, Buah hingga Susu
Dia pun mengapresiasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bogor karena telah bekerja keras memgendalikan inflasi hingga diganjar insentif fiskal yang akan digunakan untuk kebutuhan mendesak.
Asmawa mengungkapkan, inflasi Kabupaten Bogor yang ditunjukan oleh IPH (Indeks Perkembangan Harga) berada di tingkat median (tengah) dengan angka minus 1,51.
Karena yang tertinggi di angka 3,03 dan yang terendah ada di angka - 6. Asmawa minta agar komitmen kerja bersama terus ditingkatkan dalam rangka mengendalikan inflasi di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Fungsionaris DPP Golkar Dukung Rudy Susmanto dalam Pilbup Bogor 2024
“High level meeting TPID menjadi penting, sebagai sarana koordinasi untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga serta kelangkaan kebutuhan bahan pokok masyarakat, sehingga dapat merumuskan upaya-upaya jitu, pengendalian inflasi di Kabupaten Bogor agar lebih efektif dan mencapai sasaran yang ditetapkan,” ungkap Asmawa.
Asmawa menerangkan, ada sedikit kenaikan harga bahan pangan pokok khususnya cabe rawit, beras, minyak goreng, daging ayam ras, dan cabe merah. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri agar seluruh TPID untuk bersama-sama melakukan kegiatan pengendalian inflasi di sektor masing-masing.
“Saya beri penekanan agar TPID melakukan langkah-langkah yang sudah ditentukan pemerintah pusat, beberapa diantaranya adalah mengecek ketersediaan bahan pangan, melakukan sidak ke pasar dan distributor, melaksanakan gerakan pasar murah di tengah masyarakat, gerakan menanam, serta memanfaatkan biaya tak terduga (BTT) dari APBD untuk mengintervensi bilamana dibutuhkan dalam mengendalikan inflasi,” terang Asmawa.
Baca Juga: Diperintah Prabowo Subianto, Rudy Susmanto Mantap Maju Pilbup Bogor 2024
Untuk diketahui, acara High Level Meeting TPID dihadiri perwakilan Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda), para kepala perangkat daerah, Kepala BPS Kabupaten Bogor, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Pimpinan Cabang Perum Bulog Divisi Regional Cianjur, dan jajaran Camat.
Hadir sebagai narasumber, Direktur SPUD III Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. ***



