POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Iwan Setiawan dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan, menandatangi nota kesepahaman atau MoU dengan Suez Services Pte. Ltd.
Ini menjadi upaya Pemkab Bogor dalam membangun kerjasama peningkatan infrastruktur pengelolaan air minum dan mengurangi risiko krisis air di masa yang akan datang.
MoU ini ditandangani langsung Bupati Bogor Iwan Setiawan dengan Suez Internasional yang yang diwakili Managing Director Branch South East Asia Suez Services Pte. Ltd, Farchad Kaviani di kantor pusat Suez Internasional, Paris, Prancis.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Mulai Bedah Nota Keuangan RAPBD 2024
Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, MoU ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kerangka kerja dalam inisiasi potensi minat kerjasama investasi dalam pengembangan sektor air minum di masa yang akan datang di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, Suez mendukung penuh inisiasi Pemkab Bogor untuk meningkatkan infrastruktur dalam memenuhi akses air minum kepada masyarakat, termasuk di dalamnya inovasi dalam pengelolaan dan pengolahan air limbah.
"Suez berkomitmen penuh dalam mendukung Indonesia, khususnya Pemkab Bogor atas rencana peningkatan infrastruktur air minum dan inovasi dalam bidang lingkungan lainnya, termasuk pengelolaan air limbah baik dalam kolaborasi bersama untuk menangani tantangan ke depan serta niat bersama dalam fasilitasi kerjasama investasi dalam hal tersebut," ujar Iwan Setiawan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/10).
Baca Juga: Teras Sukasari Telah Masuk Ke Tahap Finalisasi
Dalam MoU tersebut, Pemkab Bogor dan Suez juga menyatakan minat bersama untuk menindaklanjuti peluang kolaborasi dengan tujuan jangka panjang untuk memenuhi rencana pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan dan hak masyarakat atas air, salah satunya dalam bentuk kerjasama ataupun kemitraan.
“Langkah yang diambil Pemkab Bogor ini sebagai salah satu upaya menjawab tantangan atas samakin meningkatnya kebutuhan masyarakat atas air, sehingga diharapkan dalam jangka menengah ataupun jangka panjang bisa dipenuhi. Selain itu untuk mengurangi risiko-risiko krisis atas air, yang salah satunya memitigasi kondisi musim ekstrem pada musim kemarau,” ungkap Iwan Setiawan.
Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Tedi Kurniawan menjelaskan, MoU dengan Suez juga menjadi upaya Pemkab Bogor dalam mengoptimalkan peluang alternatif pembiayaan dalam peningkatan infrastruktur pelayanan air minum tanpa membebani keuangan pemerintah daerah ataupun pemerintah pusat.
Baca Juga: Lima Kelompok Tani Kabupaten Bogor Terima Klaim AUTP Rp246 juta
Harapannya, Pemkab Bogor melalui rancangan MoU ini dapat mendorong penuh Perumda Air Minum Tirta Kahuripan sebagai BUMD air minum di Kabupaten Bogor untuk lebih profesional dan dapat mandiri dalam meningkatkan kualitas ataupun kuantitas pelayanan kepada masyarakat.
“Tentunya dalam MoU ini kedua belah pihak memahami dalam inisiasi tersebut akan tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Tedi.
Langkah ini juga sejalan dengan rencana Pemerintah Pusat yang menginisiasi dibentuknya Instruksi Presiden (Inpres) terkait air minum untuk menyukseskan target 10 juta sambungan rumah yang tertuang dalam RPJMN 2019-2024.
Baca Juga: Dampak Kemarau Harga Cabai Merah di Pasar Jambu Dua Bogor Tembus Rp60 ribu
Inpres ini mendorong Pemda untuk mengembangkan infrastruktur sistem penyediaan air minum (SPAM) dengan optimalisasi sektor alternatif pembiayaan.
“Di satu sisi, Inpres ini menjadi jalan regulasi, dukungan pemerintah pusat untuk memudahkan Pemda dalam mengembangkan infrastruktur air minum. Jadi nafasnya sama, kami mencari alternatif pembiayaan sehingga tidak membebankan APBN atau APBD,” tandasnya.
Dalam kunjungan ke kantor pusat Suez Internasional, delegasi Pemkab Bogor didampingi langsung Director, BOT Development atau Suez South East Asia, Mr. Kohei Kimura. Di sana, mereka disambut Deputy Direktur Treatment Infrastruktur Suez Internasional, Mr. Laurent Dolléans.
Baca Juga: Lima Kelompok Tani Kabupaten Bogor Terima Klaim AUTP Rp246 juta
Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi Pemkab Bogor dalam memenuhi undangan dari Suez. Para delegasi juga akan mengikuti sejumlah rangkaian, di antaranya dialog interaktif dan kunjungan ke water treatment plant, kunjungan ke wastewater treatment plant, dan mengunjungi water treatment supporting industry bersama para petinggi Suez.
Para delegasi akan diajak melihat perkembangan teknologi terbaru dan terkini dalam pengolahan air minum dan air limbah, serta energi yang berwawasan lingkungan yang sudah diterapkan hampir seluruh proyek Suez yang terkenal dengan teknologi dan sistem pengelolaan air minum berkelanjutan yang mengedepankan kesehatan dan lingkungan.***



