POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, menyampaikan Nota Keuangan Rancangan APBD 2024, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (14/11).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin menjelaskan, dalam Rancangan APBD 2024 Pendapatan Daerah ditarget Rp8,89 triliun terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp3,57 triliun, Pendapatan Transfer Rp5,25 triliun dan lain-lain pendapatan daeah yang sah Rp63 miliar.
"Pajak daerah kita masih mendominasi dalam kontribusi PAD sebesar Rp2,55 triliun disusul lain-lain PAD yang sah Rp802 miliar dan retribusi daerah Rp145 miliar. Ada pula hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp77 miliar," kata Burhanudin.
Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, Pemkab Bogor Genjot Penggunaan Samisade
Selain itu, kata Burhan, terdapat kontribusi pendapatan transfer Rp5,25 triliun bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat Rp4,18 triliun dan pendapatan transfer antar daerah Rp1,67 triliun.
Sementara Belanja Daerah dalam Rancangan APBD 2024 ditarget Rp9,51 triliun, terbagi dalam Belanja Operasi Rp6,63 triliun, Belanja Modal Rp1,21 triliun, Belanja Tidak Terduga Rp30 miliar dan Belanja Transfer Rp1,63 triliun.
Burhanudin menerangkan, pada komponen Belanja Daerah tersebut, belanja untuk kebutuhan publik masih mendominasi dengan Rp6,63 triliun atau 67 persen dari total Belanja Daerah. Sedangkan Belanja Aparatur Rp3,16 triliun atau 33 persen dari total Belanja Daerah.
Baca Juga: Berenang di Sungai Cileungsi, Seorang Pemuda Hilang Terseret Arus
"Untuk sektor pendidikan, kami alokasikan dalam Rancangan APBD 2024 Rp2,74 triliun atau 28,85 persen. Untuk bidang kesehatan kami alokasikan Rp1,73 triliun atau 18,21 persen," kata Burhan.
Burhan mengungkapkan, masih terdapat selisih antara kebutuhan Belanja Daerah dengan kemampuan Pendapatan Daerah atau defisit Rp619 miliar. Sebagian defisit tersebut telah ditutupi oleh pembiayaan daerah.
Defisit tersebut ditutup dari pembiyaan daerah Rp472 miliar sementara pengeluaran pembiayaan daerah sementara belum dialokasikan. "Sehingga defisit belanja yang belum tertutupi oleh pembiayaan Netto Rp147 miliar," kata. ***



