POJOKBOGOR.id - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemkab Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG) dalam kondisi aman.

Kepastian pasokan gas elpiji tersebut diperoleh usai Disdagin Kabupaten Bogor, menggelar rapat koordinasi bersama Hiswana Migas dan PT Pertamina Patra Niaga.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi masyarakat, selama periode libur panjang.

Sebagaimana arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, seluruh perangkat daerah diminta bersiaga menyambut libur Nataru.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Disdagin Kabupaten Bogor, Mely Kamelia, langsung melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menjamin pasokan BBM dan gas elpiji.

Berdasarkan data Disdagin, saat ini Kabupaten Bogor memiliki 139 agen LPG 3 kilogram, 3.254 pangkalan gas, 20 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 125 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di seluruh wilayah.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga sebagai subholding Pertamina yang bertanggung jawab atas distribusi dan perdagangan BBM serta LPG di wilayah Kabupaten Bogor, bersama Hiswana Migas selaku mitra resmi Pertamina, memastikan adanya penambahan kuota fakultatif atau kuota tambahan.

Penambahan kuota tersebut rencananya akan diberlakukan mulai 21 hingga 31 Desember 2025, sebagaimana yang rutin dilakukan setiap menjelang hari besar keagamaan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Selain koordinasi, Disdagin melalui Subkoordinator Pengawasan pada Bidang Tertib Niaga juga turun langsung ke lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk melakukan pengecekan serta memastikan stok BBM dan gas elpiji di tingkat agen maupun pangkalan tetap tersedia dan sesuai ketentuan.

Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi energi selama libur Nataru, sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan BBM dan gas elpiji tanpa kendala.