BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mematangkan persiapan menjelang Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189 yang akan dirangkaikan dengan Kontes Ternak Piala Presiden 2025.

Agenda nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 20–21 September 2025 di Kabupaten Bogor.

Rapat lanjutan persiapan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, di Ruang Rapat Bupati, Senin (9/9).

Dalam rapat tersebut, Ajat menekankan bahwa waktu pelaksanaan yang tinggal menghitung hari menuntut seluruh pihak bekerja cepat dan solid agar penyelenggaraan berjalan lancar.

“Kegiatan ini merupakan sesuatu yang sudah diimpikan sejak tahun lalu, apalagi tahun ini istimewa karena ada Piala Presiden,” ungkap Ajat.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi bukti komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung program nasional di sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Ajat menyampaikan bahwa perhatian besar Bupati Bogor terhadap bidang peternakan diwujudkan dengan pembangunan Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Ini sejalan dengan arahan Presiden melalui astacita, sehingga apa yang menjadi kebijakan nasional bisa diwujudkan di tingkat daerah,” tegasnya.

Sekda juga berharap rapat kali ini menjadi tahapan akhir koordinasi. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, ia meminta agar pelaksanaan di lapangan segera dieksekusi sehingga acara dapat berjalan sukses dan memberi dampak positif.

Rapat turut dihadiri oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, sejumlah Kepala SKPD terkait, perwakilan Forkopimda Kabupaten Bogor, Ketua DPP HPDKI, Ketua DPC HPDKI Kabupaten Bogor, serta Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Bogor.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Bogor optimistis penyelenggaraan Bulan Bakti Peternakan dan Kontes Ternak Piala Presiden 2025 akan berlangsung meriah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pelaku usaha peternakan. ***