BOGOR.POJOKSATU.id - Rencana pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong melalui kawasan Parung terus bergerak menuju tahap berikutnya. Proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara Kabupaten Bogor dan wilayah Tangerang Selatan tersebut kini memasuki proses penyelesaian perencanaan teknis.
Hingga pertengahan tahun 2026, penyusunan blueprint atau desain teknis proyek telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah menargetkan seluruh dokumen perencanaan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 sebagai dasar untuk memasuki tahapan berikutnya.
Setelah proses perencanaan rampung, agenda selanjutnya adalah pembebasan lahan yang dijadwalkan dimulai pada awal tahun 2027. Tahapan tersebut menjadi langkah penting sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan secara bertahap.
Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung memiliki panjang sekitar 32 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp12,351 triliun. Pendanaan proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga pembangunannya tidak menggunakan anggaran dari APBN.
Usai proses pengadaan lahan selesai, pembangunan fisik akan segera dimulai. Pemerintah menargetkan seluruh ruas tol dapat beroperasi pada tahun 2029 sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri yang selama ini menjadi penghubung antara Bogor, Parung, dan Serpong.
Di wilayah Kabupaten Bogor, trase jalan tol akan melintasi 14 desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Rumpin, Ciseeng, dan Kemang. Kehadiran jalan bebas hambatan tersebut diharapkan dapat membuka akses baru, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dilalui.
Untuk mempercepat proses pembangunan, proyek Tol Bogor–Serpong via Parung dibagi menjadi empat seksi. Pembagian ini memungkinkan pekerjaan konstruksi dilakukan secara bersamaan di beberapa titik sehingga target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jalan tol ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Bogor dan sekitarnya.
Selain memangkas waktu tempuh, proyek tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing wilayah serta mendorong pemerataan pembangunan di koridor barat Kabupaten Bogor.***



