POJOKBOGOR.id - Kelanjutan proyek pembanguan Jalan Bomang Bogor (Bojonggede-Kemang) hingga kini masih belum ada pasti.

Mangkraknya pembangunan Jalan Bomang Bogor ini ditengarai kendalanya anggaran.

Jalan Bomang Bogor membentang dari perempatan Jampang hingga perlintasan kereta komuter Bojonggede.

Ada tiga kecamatan yang dilewati jalan itu. Yakni Kecamatan Kemang, Tajurhalang dan Bojonggede.

Baca Juga: Pelajar Kota Bogor Ini Berhasil Harumkan Nama Indonesia di Level Internasional Dalam Jujitsu Asian Regional Championship Southeastasia

Jalan Bomang Bogor dibangun untuk menyambungkan Jalan Tegar Beriman Cibinong dengan Jalan Raya Parung.

Menjadi pemecah kemacetan di wilayah Utara dan tengah Bogor. Disebut juga Jalan Poros Utara-Tengah.

Namun hingga saat ini proyek Jalan Bomang Bogor mandeg.

Padahal sudah dimulai pembangunan dari 2016 silam. Sudah delapan tahun.

Jalan Bomang Bogor yang tadinya jadi solusi pemecah kemacetan, kini jadi sumber masalah baru.

Jadi TPS (Tempat pembuangan sampah) liar, lokasi rawan begal hingga alih fungsi lahan, seperti mulai menjamurnya PKL di sepanjang ruas jalan itu.

Baca Juga: Bapppenda Kabupaten Bogor Buka Layanan Pajak Daerah di Rest Area Gunung Mas

Untuk TPS liar, bisa ditemukan sepanjang Jalan Bomang. Berserakan hingga separuh jalan. Untuk lapak PKL juga demikian. Banyak di temukan di pinggiran jalan. Baik di pinggir jalur cepat atau lambat.

Kondisi beton di ruas Jalan Bomang juga banyak yang retak. Ada juga yang ambles. Belum lama ini baru dilakukan perbaikan dan pemeliharaan.

Soal begal, para pelaku memanfaatkan Jalan Bomang yang tak memiliki PJU (penerangan jalan umum). Sepanjang Jalan Bomang selepas magrib dipastikan gelap gulita. Tak banyak warga yang melintas di malam hari.

Baca Juga: EduFest 2024 di Pesantren Terpadu Al-Kahfi: Menggugah Kesadaran Pemuda untuk Perdamaian Dunia dan Kebangkitan Islam

Camat Tajurhalang, Ivan Pramudya mengatakan, pihaknya sudah mengajukan pemasangan PJU untuk menekan angka kriminalitas di wilayahnya. Kata dia sudah dilakukan pengukuran. Selanjutnya tinggal menunggu pemasangan.

"Sudah diajukan, sudah diukur jarak antar tiang lampunya, tinggal menunggu pemasangan," kata Ivan.

Untuk penuntasan ruas Jalan Bomang sendiri, Pemkab Kabupaten Bogor angkat tangan. Sekertaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Edi Mulyadi mengatakan, mereka melimpahkan ke pemerintah pusat.

"Secara keseluruhan sudah diusulkan untuk ditangani Kementerian PUPR terkait inpres jalan daerah," katanya.

Edi mengatakan, saat ini masih menunggu pembebasan lahan. Masih ada 7.000 meter lahan yang belum dibebaskan untuk proyek Jalan Bomang Bogor itu.