BOGOR.POJOKSATU.id - Kemacetan panjang yang terjadi di Simpang Bomang, Jampang, Kabupaten Bogor, setelah beroperasinya lampu lalu lintas, kini tidak hanya menjadi keluhan para pengendara.

Kondisi tersebut juga mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi. Hampir setiap hari, antrean kendaraan terlihat mengular sejak pagi hingga sore.

Kepadatan lalu lintas terjadi di kedua arah, baik menuju Parung maupun sebaliknya. Situasi ini membuat waktu tempuh menjadi jauh lebih lama dan tidak jarang memicu ketegangan antar pengguna jalan.

Di balik kemacetan yang terus terjadi, para pelaku usaha di sekitar Simpang Bomang mengaku mulai merasakan penurunan omzet. Mereka menilai kemacetan yang berlangsung hampir sepanjang hari membuat masyarakat enggan berhenti untuk berbelanja.

Salah satunya dirasakan Rahmat, penjual bubur ayam yang sudah lama berjualan di kawasan tersebut. Ia mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan sejak kemacetan semakin sering terjadi.

"Macetnya parah banget, Kak. Yang biasanya jualan bubur pagi sampai jam 10 siang sudah habis, sekarang bisa sampai siang banget," keluh Rahmat.

Hal serupa juga dirasakan Asep, seorang pekerja di toko bangunan yang berada tidak jauh dari lokasi. Menurutnya, aktivitas penjualan kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelumnya.

Ia mengatakan, distribusi barang kepada pelanggan juga ikut melambat akibat kendaraan pengangkut terjebak kemacetan.

"Yang biasanya dari pagi sampai sore ramai, sekarang siang saja sudah sepi. Santai, enggak ada barang yang diantar ke pembeli," ujar Asep.

Para pelaku usaha berharap ada evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas maupun pengaturan lampu lalu lintas di Simpang Bomang agar kepadatan kendaraan dapat segera terurai.

Mereka menilai kemacetan yang berkepanjangan tidak hanya mengurangi kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Dengan kondisi yang berlangsung hampir setiap hari, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar arus lalu lintas kembali lancar.

Mereka optimistis, ketika kemacetan dapat diatasi, aktivitas ekonomi di sekitar Simpang Bomang juga akan kembali menggeliat seperti sebelumnya. ***