BOGOR.POJOKSATU.id - Entah apa yang ada dalam pikiran seorang ibu tiri ini, dimana dirinya tega menganiaya seorang bocah berusia enam tahun didalam rumahnya sendiri.

Kejadian kejin tersebut terjadi di kawasan Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Berdasarkan keterangan polisi, korban meninggal dunia akibat mendapatkan kekerasan oleh ibu tirinya.

Kasus penganiayaan anak di wilayah Bojonggede kini tengah diselidiki oleh Polsek Bojonggede dan Polres Metro Depok.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ibu tiri korban telah mengakui perbuatannya, sementara ayah kandung korban masih dimintai keterangan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam peristiwa tragis tersebut.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, korban diketahui mengalami kekerasan selama sekitar tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari keempat.

Selama periode tersebut, korban disebut mengeluhkan rasa sakit akibat penganiayaan yang terus dialaminya hingga kondisinya memburuk.

“Selama kurang lebih tiga hari korban disiksa atau dianiaya. Pada hari keempat, korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” ungkap AKP Made Budi, Rabu (22/10/2025).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan terdapat luka-luka di bagian punggung, dada, dan wajah korban. Polisi juga telah mengamankan alat yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban sebagai barang bukti dalam penyelidikan.

“Kami menemukan sejumlah luka di tubuh korban, terutama pada bagian punggung, dada, dan wajah,” tambah Made.

Saat ini, kedua orang tua korban sudah diamankan polisi, namun penyidikan difokuskan pada ibu tiri yang diduga sebagai pelaku utama penganiayaan.

Sementara itu, jenazah korban telah dimakamkan di Bojonggede, dan polisi masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.

“Ya, kedua orang tuanya sudah diamankan. Namun untuk sementara fokus penyidikan masih kepada ibu tiri korban,” jelas Made.

Pihak kepolisian kini juga tengah mendalami motif di balik kekerasan tersebut. Dugaan sementara, tindakan penganiayaan yang berujung maut ini dipicu oleh emosi, tekanan dalam keluarga, atau persoalan pribadi yang belum terungkap sepenuhnya. ***