POJOKBOGOR.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, sangat serius dalam membenahi implementasi pupuk bersubsidi agar lebih akurat dan tepat sasaran, terutama dalam menghadapi dampak El Nino.
"Pupuk ini menjadi sangat penting karena ini berkait dengan produktivitas, terutama padi yang kita butuhkan. Kita juga menghadapi climate change, hadapi El Nino, menghadapi krisis pangan dunia," ujar Syahrul Yasin Limpo, usai workshop 'Transformasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi' di Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Kamis (3/8).
Syahrul Yasin Limpo menilai, permasalahan implementasi program pupuk bersubsidi menjadi konsentrasi bagi Kementan RI untuk dibenahi agar berjakan massif dan efektif. Terlebih, El Nino berdampak serius pada sektor pertanian.
"Bahkan, ini bagian dari perubahan iklim dan El Nino berujung pada krisis pangan dunia. Meski begitu, bulan ini masih bisa panen 850 ribu hektare. Bulan depan ada cadangan di atas 800 ribu hektare," kata Syahrul Yasin Limpo.
Selain itu, Syahrul Yasin Limpo mengakui bahwa telah mempersiapkan 500 hektar untuk mendorong produksi pertanian jika terjadi dampak dari produktivitas yang menurun.
Syahrul Yasin Limpo pun optimistis workshop yang digelar bersama Ombudsman RI dan PT Pupuk Indonesia dapat memperbaiki implementasi kebijakan pupuk bersubsidi menjadi lebih baik, cepat dan akurat.
"Tentu kita berharap menemukan sistem yang lebih akurat. Dengan demikian dari jauh-jauh hari kita sudah tahu seberapa besar orang-orang di setiap daerah yang harus tersentuh pupuk subsidi," kata Syahrul Yasin Limpo.
Pasalnya, tidak semua petani berhak memperoleh pupuk bersubsidi, melainkan ada kriteria dan sejumlah persyaratan tertentu. ***



