BOGOR.POJOKSATU.id - Kisah memilukan datang dari D, anak seorang ASN pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor berinisial S, yang mengaku sudah tidak sanggup menunggu kepastian dari Pemerintah Kabupaten Bogor terkait laporan perselingkuhan yang melibatkan ayahnya.
Sejak pertama kali melaporkan kasus ini pada Juli 2025, D menilai tak ada tindakan nyata dari pihak berwenang, padahal persoalan tersebut telah berdampak pada kondisi psikologis dan kehidupan keluarganya.
D, yang kini merasa kehilangan tempat tinggal dan dihantui ketidakpastian, menyampaikan keluhannya bahwa ayahnya belum juga menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan ibu kandungnya.
Alih-alih memberikan kepastian, S justru disebut menikah siri dengan perempuan berinisial SH dan kini tinggal bersama di rumah yang sebelumnya ditempati D dan ibunya.
Rumah itu kini diambil alih oleh perempuan tersebut dan meninggalkan D serta ibunya tanpa pilihan selain menjauh.
Dalam penuturan yang dikutip dari Bogorplus.id oleh Pojokbogor, D mengaku sangat terpukul melihat perubahan drastis dalam kehidupan keluarganya.
Ia bahkan menyebut ayahnya hanya pulang pada malam hari dan terkesan menghindari komunikasi.
Ketika D berkunjung ke rumah lamanya, ia mendapati bahwa sang ayah kini tinggal bersama SH di tempat yang secara emosional masih menjadi bagian penting dari kehidupan D dan ibunya.
Situasi ini semakin menyakitkan bagi D karena laporan yang ia ajukan kepada pemerintah daerah tidak memberikan perkembangan berarti selama berbulan-bulan.
D berharap ada langkah tegas terhadap S, terutama karena perselingkuhan yang dituduhkan melibatkan seorang aparatur sipil negara yang seharusnya menjadi teladan.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya menerima sanksi atau evaluasi, S malah mendapatkan kenaikan pangkat menjadi pembina golongan IVa.
Menurut D, keputusan untuk menaikkan pangkat ayahnya di tengah persoalan etik yang sedang dilaporkan membuatnya semakin merasa tidak mendapatkan keadilan.
Ia berharap instansi terkait dapat bersikap adil dengan menindaklanjuti kasus tersebut secara transparan dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.
D menilai bahwa kasus yang menyangkut integritas ASN seharusnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan kenaikan jabatan atau penghargaan lainnya.
Hingga kini, D masih menunggu keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk merespons laporan yang sudah ia layangkan sejak pertengahan tahun.
Ia berharap ada titik terang dan kejelasan bagi keluarganya yang telah lama berada dalam tekanan akibat konflik rumah tangga yang melibatkan seorang aparatur negara yang seharusnya menjaga nama baik lembaga dan keluarganya sendiri. ***



