POJOKBOGOR.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke IPB University Dramaga Bogor, Senin 11 Agustus 2025.
Dalam kunjungan tersebut KDM memberikan kuliah umum dan pembekalan kepada mahasiswa baru di Kampus IPB.
Usai memberikan kuliah umum, KDM mengunjungi Agribusiness and Technology Park (APT) di desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, didampingi Rektor IPB University, Prof Arif Satria beserta jajarannya.
Setibanya di ATP, KDM diajak Prof Arif mengunjungi kebun percontohan melon sekaligus memanen buahnya, lalu melihat bibit unggul alpukat, pembenihan ikan air tawar, serta pembibitan sayur mayur.
Baca Juga: PENGUMUMAN! Untuk Sementara Jalan Raya Tonjong Bogor Ditutup Dulu Ya
Ketika berada di ruangan pembibitan sayur mayur, KDM sempat berbincang dengan Prof Arif serta beberapa tenaga ahli IPB, ia menyebut perlu bibit unggul dari IPB untuk ditanam di lembur Pakuan.
Usai berkeliling kebun percobaan IPB University, KDM menuturkan bahwa apa yang disampaikan tadi di hadapan ribuan mahasiswa baru IPB angkatan 62, itu sangat ramai seperti di pasar, dia awalnya mengira dunia kemahasiswaan tidak memahami terhadap apa yang dia sampaikan, namun ternyata sangat peduli.
Usai mengunjungi kebun percontohan di ATP IPB University, KDM diserbu masyarakat desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Warga Cikarawang mengeluhkan jalan rusak yang sudah belasan tahun tidak diperbaiki.
Salah satu warga desa Cikarawang inisial (K) menyampaikan pada 2011 desa Cikarawang sebagai desa juara, sekarang desa terlantar.
Baca Juga: Cepat Tanggap Bupati Bogor Dalam Atasi Bencana Alam Mendapat Apresiasi Gubernur Dedi Mulyadi
Mendengar aduan masyarakat terkait jalan rusak, KDM melalui handphone milik pribadinya merekam pernyataannya "Buat pak Bupati Bogor, desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, ini warganya mengeluhkan jalan rusak, mohon segera ditindaklanjuti," ucapnya.
Selain itu, ada seorang ibu yang mengeluhkan kepada KDM, anaknya terpaksa berhenti sekolah, karena ketidakadaan biaya, inipun direspon positif oleh KDM dengan memberikan bantuan kepada ibu tersebut, agar hutang ke sekolahnya dilunasi dan anaknya bisa kembali bersekolah.
Menanggapi adanya aduan warga ke KDM saat mengunjungi ATP IPB University, Camat Dramaga, Atep S Sumaryo yang saat itu sedang melakukan kunjungan kerja di kantor desa Cikarawang, mengaku langsung dikontak pak Sekda Kabupaten Bogor, terkait adanya dumas saat kunjungan KDM ke ATP IPB University.
"Ungkapan dari warga sah sah saja disampaikan kepada pak KDM, akan tetapi seharusnya warga juga melihat bahwa, pihak Pemerintah desa Cikarawang dan Pemerintah Kecamatan Dramaga sedang mengusulkan, dan usulan itu kan tidak seperti keinginan," jawab dia.
Baca Juga: Tahun Depan, KDM Gelontorkan Anggaran Rp30 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa IPB University Sampai S3
Dia mngungkapkan, usulan tersebut saat ini sudah dilaksanakan, namun harus melalui proses kajian terlebih dahulu, walaupun sudah ada dan tertera anggarannya,tetap harus diawali dengan proses lelang.
Kalaupun proses lelangnya mulus, sambung dia, pemenangnya ada insya Allah akan segera dilaksanakan, tetapi kalau gagal lelang berarti harus menunggu dilakukan lelang ulang. Dan berdasarkan informasi dari PUPR Kabupaten Bogor bahwa itu sedang dalam proses lelang.
"Lagi dalam proses lelang untuk jalan Cikarawang situ Burung, situ gede batas dengan kotamadya Bogor, jadi kami mohon kepada masyarakat desa Cikarawang mohon bersabar, dan mohon doa-nya semoga semuanya bisa berjalan sesuai rencana," ujarnya.
Sementara itu, Kepala desa Cikarawang, Sapturi Wijaya menuturkan bahwa masyarakat mengeluhkan kondisi jalan desa yang ada di Cikarawang kepada pak KDM, nggak apa - apa, hal itu wajar karena mereka yang merasakannya setiap hari, ketika hujan licin dan becek, ketika kemarau berlubang dan berdebu.
Namun demikian, perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa Pemerintah desa bukan mendiamkan jalan rusak sudah bertahun - tahun, tapi karena jalan rusak itu statusnya jalan Kabupaten, sehingga kewenangan untuk memperbaiki atau membangunnya bukan desa tetapi Kabupaten Bogor, dalam hal ini Dinas PUPR.
"Meskipun itu kewenangan Kabupaten, tetapi kami dari Pemerintah desa Cikarawang sudah mengajukan melalui musrenbang sejak tahun 2021 untuk pembangunan jalan rusak tersebut, pengajuan tersebut juga ditanggapi tetapi hanya sebatas anggaran pemeliharaan jalan, sehingga perbaikannya tidak tuntas untuk semua ruas jalan dengan panjang kurang lebih sekitar 2,5 kilometer," jelas Sapturi.
"Jadi realisasinya hanya pemeliharaan bukan peningkatan jalan, sementara harapan kami dan masyarakat itu kalau bisa di nol kan, jalan itu dibangun dengan betonisasi, sehingga hasilnya akan maksimal," Sapturi kembali menegaskan.
Perlu diketahui pada tahun 2024, lanjut dia, Pemerintah desa Cikarawang, bersama Camat Dramaga sudah pernah menyampaikan ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor, dan informasi pada saat itu untuk peningkatan jalan, lalu tidak lama kemudian muncul lagi informasi dari PUPR jadi pemeliharaan, dengan informasi berbeda, sehingga membuat pemdes Cikarawang kebingungan.
"Dalam kesempatan ini kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, karena masalah jalan rusak ini sudah sampai kepada Gubernur Jawa Barat, agar Pemkab Bogor segera merealisasikannya untuk peningkatan jalan sepanjang 2,5 Kilometer tersebut," imbuhnya.
Pihaknya juga mengaku sudah ada informasi terbaru dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor, untuk perbaikan jalan di desa Cikarawang akan dikucurkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar dengan volume hanya 300 meter.
"Kami mengusulkan kepada pak Bupati Bogor, agar jalan kabupaten yang ada di desa Cikarawang peningkatan jalannya bukan hanya 300 meter, tetapi semuanya sepanjang 2,5 kilometer, agar permasalahan jalan yang dikeluhkan warga bisa tuntas," kata dia memungkasi respon KDM.



