POJOKBOGOR.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta pendakian gunung di Cianjur dan Bogor ditunda sementara, karena khawatir kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jabar semakin meluas.

Seperti diketahui, karhutla terjadi di Jawa Barat selama musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat lahan yang terbakar mencapai 196,40 hektar (ha) pada 24 Agustus 2026 pukul 23.30 WIB.

"Total lokasi yang terdampak mencapai 153 desa di 91 kecamatan yang tersebar di 19 kabupaten kota," kata Hadi Rahmat selaku Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar.

Mengetahui hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tak tinggal diam. Baru-baru ini, Dedi Mulyadi minta pendakian gunung di Cianjur dan Bogor dihentikan sementara untuk mencegah karhutla.

Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, kebakaran tidak hanya disebabkan oleh kondisi cuaca panas di musim kemarau. Namun, aktivitas pendaki juga bisa menjadi pemicu, salah satunya penggunaan rokok di kawasan gunung.

Oleh karena itu, Dedi meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bogor yang memiliki kawasan pendakian segera menunda sementara aktivitas tersebut.

Selain Dedi Mulyadi minta meminta pendakian di Cianjur dan Bogor dihentikan sementara, sang gubernur juga mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.

Ia meminta pengelola TPA membatasi aktivitas yang dapat memicu munculnya api, termasuk membawa korek api dan rokok ke area tersebut.

"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing."

"Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," tegas Dedi.

Kapolda Jabar, Irjen Pipit Rismanto, menyampaikan imbauan khusus yang ditujukan kepada seluruh pendaki gunung, komunitas pencinta alam, masyarakat sekitar lereng, dan para pengelola jalur pendakian. Ia mengimbau agar para pendaki hati-hati dan disiplin saat beraktivitas dan membuka posko di area pegunungan.

"Kepada para pendaki dan masyarakat Jabar, kami mengimbau agar bersama-sama mencegah potensi karhutla dengan tidak membuat api unggun di area rawan."

"Tidak membuang puntung rokok sembarangan di sepanjang jalur, dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas memasak menggunakan kompor portabel saat camping," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, meminta para pendaki dan pengelola pos pendakian untuk selalu menyiapkan antisipasi darurat saat beraktivitas di ketinggian.

"Para pendaki dan pengelola jalur pendakian diminta selalu menyediakan sarana pemadam sederhana serta memastikan sisa api kompor atau puntung rokok benar-benar padam total sebelum ditinggalkan, terutama di area yang penuh rumput dan ranting kering," ucapnya.